Wujud Pancasila Dimulai dari Sikap Sehari-hari
- 06 Okt 2026 08:50 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat dimulai dari sikap sederhana, seperti menghormati orang lain, membantu sesama, menghargai perbedaan, hingga menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman masyarakat dalam menjalani kehidupan sosial.
Hal itu disampaikan Dekan FISIPOL Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Suhardiman, dalam dialog Kita Indonesia di Pro 1 RRI Samarinda, dikutip Selasa 6 Oktober 2026. Menurutnya, wujud Pancasila dapat dilihat dari kebiasaan dan tindakan masyarakat dalam memperlakukan orang lain. Menurutnya, Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku nyata.
“Pancasila bukan hanya sesuatu yang dihafal, tetapi diharapkan hadir dalam kehidupan nyata. Wujudnya dapat kita lihat dari sikap, kebiasaan, dan tindakan kita terhadap orang lain,” ujar Suhardiman.
Ia menjelaskan, penerapan sila pertama dapat dilakukan dengan menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing serta menghormati orang lain yang berbeda agama. Setiap orang juga perlu memberikan ruang kepada sesama untuk menjalankan ibadah tanpa memaksakan keyakinannya kepada orang lain.
Sementara itu, nilai kemanusiaan dapat diwujudkan dengan menghargai dan memperlakukan orang lain secara baik sesuai harkat dan martabatnya. Membantu orang yang mengalami kesulitan serta tidak melakukan diskriminasi juga menjadi bagian dari pengamalan nilai Pancasila. “Kita harus menghargai keberagaman dan memperlakukan orang lain dengan baik, termasuk tidak membeda-bedakan,” katanya.
Menurutnya, sila Persatuan Indonesia dapat diterapkan dengan menghargai keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat. Sementara nilai kerakyatan dapat diwujudkan dengan bersedia mendengarkan pendapat orang lain dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Dalam kehidupan demokrasi, perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan dialog.
Suhardiman menambahkan, nilai keadilan dapat dimulai dengan bersikap adil, tidak mengambil sesuatu yang bukan hak, serta mau berbagi dan membantu orang lain. “Intinya dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghormati orang lain, tidak membeda-bedakan, dan mau membantu. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan pribadi, sosial, dan bernegara,” ucap Suhardiman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....