Api Pembakaran Sampah Bisa Meluas, BPBD Kaltim Minta Warga Waspada

  • 22 Sep 2026 14:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan aktivitas pembakaran sampah, terutama di tengah kondisi kering. Api dari pembakaran dalam skala kecil dapat menjalar dan berkembang menjadi kebakaran lahan dengan luasan jauh lebih besar.

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, saat menjadi narasumber dalam obrolan SPADA Pro 2 RRI Samarinda mengatakan, kondisi kering dan angin kencang meningkatkan risiko api maupun percikan dari pembakaran menjalar ke area lain.

“Makanya untuk di Samarinda memang sudah ada Perda yang melarang atau perwali yang melarang untuk pembakaran sampah di Kota Samarinda ini, di Samarinda seperti itu,” ujarnya, dikutip Selasa, 22 September 2026.

Buyung menegaskan, pembakaran yang awalnya dilakukan dalam skala kecil tetap berpotensi menyebabkan kebakaran luas. Terlebih, api dan sisa pembakaran dapat terbawa angin ke lokasi lain yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.

“Tolong Anda bakar cuma hanya 1/2 m² itu bisa jadi 10 hektar, bisa 15 hektar,” katanya.

Ia menyebut kondisi tersebut dapat terjadi ketika api pembakaran menyebar, terutama saat angin bertiup kencang. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa satu titik api dapat memberikan dampak yang jauh lebih besar terhadap lingkungan sekitar.

Buyung juga mengungkapkan salah satu kejadian kebakaran dengan luasan yang sangat besar.

“Bahkan di daerah Pending itu sampai 340 hektar luasnya,” ujarnya.

Selain menyebabkan kerusakan lahan, kebakaran juga dapat berdampak terhadap masyarakat ketika asap masuk ke kawasan permukiman. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan warga, terutama ketika asap sudah masuk ke dalam rumah.

“Aslinya kalau enggak kena masyarakat mungkin ya. Kalau enggak kena rumah masyarakat enggak apa. Tapi asapnya itu loh,” katanya.

Karena itu, BPBD Kaltim meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan dan saling mengawasi lingkungan masing-masing. Kewaspadaan diperlukan agar aktivitas yang dianggap sepele tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan sulit dipadamkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....