Pendidikan Inklusi Tak Berhenti di Ruang Kelas
- 22 Sep 2026 13:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), belajar bukan hanya soal mengikuti pelajaran di ruang kelas. Hal-hal sederhana seperti belajar makan sendiri, berpakaian, berkomunikasi, hingga merapikan mainan menjadi bagian penting untuk membangun kemandirian anak.
Karena itu, pendidikan inklusi membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, termasuk dari keluarga. Koordinator Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (PLDPI) Goes to School, Dedi Sucahyono, mengatakan orang tua memiliki peran penting untuk melanjutkan pembelajaran yang diperoleh anak di sekolah maupun tempat terapi.
“Orang tua tidak harus menjadi terapis, tetapi ada hal-hal sederhana yang bisa dilakukan orang tua di rumah,” kata Dhedy, dikutip Selasa 22 September 2026.
Menurutnya, orang tua dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk berkomunikasi, melatih makan dan berpakaian sendiri, hingga membiasakan anak merapikan mainan. Latihan tersebut perlu dilakukan secara konsisten karena kemampuan anak berkembang melalui proses dan pengulangan.
“Metode pembelajaran ABK ini sebenarnya remedial. Mengulang apa yang dilakukan hari ini, besok kita cek lagi,” ujar Dhedy. Pengulangan bukan berarti anak tidak mengalami perkembangan, tetapi menjadi bagian dari proses untuk memperkuat kemampuan yang telah dipelajari hingga perlahan dapat dilakukan secara mandiri.
Dukungan juga dibutuhkan ketika anak berada di sekolah. Guru Pendidikan Khusus UPTD PLDPI, Mahdaniar, mengatakan penerimaan dari teman sebaya dapat membantu ABK membangun keberanian untuk berinteraksi dan mengikuti pembelajaran. Lingkungan yang ramah membuat anak merasa diterima, bukan justru merasa berbeda.
“Dengan merangkul secara tulus, berteman dengan baik, ini merupakan terapi yang bagus untuk anak supaya dia meningkatkan minatnya agar mau belajar,” ujar Mahdaniar dalam program Odah Bekesah.
Pendidikan inklusi pada akhirnya bukan hanya tentang menyediakan ruang belajar bagi ABK, tetapi memastikan mereka mendapat kesempatan untuk tumbuh dan berinteraksi secara setara. Dari rumah, sekolah, hingga lingkungan masyarakat, dukungan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan anak menuju kemandirian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....