Dinkes Samarinda Tekankan Mengapa Skrining CKG Bisa Mengurangi Angka Kematian
- 20 Sep 2026 05:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda menekankan pentingnya skrining melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Sebab, semakin cepat penyakit ditemukan, semakin besar potensi untuk menyelamatkan nyawa seseorang sehingga angka kematian dapat ditekan.
Seperti yang diungkapkan Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih. “CKG itu sebenarnya salah satu upaya skrining terhadap pasien untuk mencegah terjadinya penyakit,” ucapnya, dikutip rri.co.id, Sabtu, 19 September 2026.
Bukan tanpa alasan mengapa pemerintah begitu menekankan skrining. Selama mengabdi sebagai dokter puluhan tahun, ujar Ismed, kesehatan memiliki empat prinsip pelayanan yang tak pernah berubah, yakni promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Di antara keempat itu, upaya promotif dan preventif menjadi istilah yang seringkali ditekankan hingga ada ungkapan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.
"Saya ini sudah 32 tahun jadi dokter dan dari dulu itu enggak berubah. Jadi yang paling penting itu promotif dan preventif. Makanya, CKG itu ditekankan arahnya ke sana melalui skrining," ucap Ismed.

Tak sekadar slogan, ia mengungkapkan, sudah ada sejumlah negara yang berhasil menekan angka kematiannya melalui upaya skrining. Menurut Ismed hal itu bisa terjadi karena lewat skrining, seseorang bisa mengetahui apakah dirinya terindikasi hipertensi, diabetes, TBC atau HIV.
Sebab ia menjelaskan, berdasarkan statistik hasil surveilans, keempat penyakit ini tercatat sebagai yang paling banyak menyebabkan kematian di kelompok penyakit tidak menular dan penyakit menular.
Karena itu pula, Kementerian Kesehatan memasukkannya ke dalam 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dipenuhi pemerintah daerah untuk diberikan kepada masyarakat.
"Hipertensi dan diabetes menyebabkan kematian, yang pada akhirnya akan mengarah ke organ saraf, stroke, jantung dan ginjal. Makanya, ilmu kesehatan itu tujuannya sederhana. Bagaimana mencegah kematian sebesar-besarnya melalui pengendalian promotif, preventif terhadap penyakit yang berpotensi," ujar Ismed, menegaskan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya di Kota Tepian untuk memanfaatkan skrining CKG yang diberikan secara gratis. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat untuk mengetahui kondisi kesehatan dan menemukan faktor risiko penyakit lebih awal.
Di Samarinda sendiri, Dinkes mencatat pelaksanaan CKG per 1 hingga 16 September 2026 telah mencapai 79,33 persen. Dari 92.545 pendaftar, sebanyak 73.416 orang telah menjalani pemeriksaan.
"CKG itu penting karena kekuatannya di skrining, promotif dan preventif. Mumpung ini gratis, ayo dimanfaatkan," ucap Ismed, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....