BNNK Samarinda: Peredaran Narkoba Masih Tinggi di Sejumlah Kawasan

  • 14 Sep 2026 11:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Sejumlah kawasan di Kota Samarinda telah masuk dalam kategori kawasan rawan narkoba. Kondisi tersebut terlihat dari hasil sejumlah penggerebekan yang dilakukan aparat, dengan jumlah orang yang diamankan mencapai puluhan hingga lebih dari seratus orang dalam sejumlah operasi.

Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Samarinda, Adytia Irfan Faizhin, dalam Obrolan SPADA PRO 2 RRI Samarinda mengatakan persoalan narkoba di Samarinda masih menjadi perhatian karena peredaran narkotika ditemukan di sejumlah wilayah.

“Memang kalau kita ngomongin narkoba di Samarinda ini kalau dibilang parah ya enggak parah-parah banget. Tapi kalau dibilang enggak parah ya enggak juga,” katanya, dikutip Senin 14 September 2026.

Menurutnya, beberapa kawasan di Samarinda bahkan telah masuk kategori kawasan rawan narkoba. Keberadaan kawasan tersebut, kata dia, terlihat dari sejumlah tindakan penindakan yang dilakukan aparat penegak hukum.

“Beberapa kawasan di Samarinda ini ya sudah masuk ke dalam kategori kawasan rawan narkoba. Kampung-kampung narkoba itu ada di Samarinda dan itu terbukti dari penggerebekan-penggerebekan yang dilakukan Bareskrim, yang dilakukan BNN,” ujarnya.

Adytia mengungkapkan, dalam sejumlah penggerebekan, jumlah orang yang diamankan cukup besar. Ia menyebut, dalam beberapa penangkapan atau penggerebekan, jumlah orang yang diamankan dapat mencapai lebih dari seratus orang.

“Ya memang setiap kali penangkapan, setiap kali penggerebekan yang ditangkap ya di atas 100,” katanya.

Salah satu operasi yang disebut Adytia dilakukan beberapa bulan sebelumnya di kawasan Pasar Segi. Dalam penggerebekan tersebut, aparat mengamankan 94 orang.

“Sebagai contoh, beberapa bulan yang lalu kita pernah melakukan penggerebekan di daerah Pasar Segi, daerah-daerah situ kita mendapatkan 94 orang,” ujarnya.

Menurut Adytia, banyaknya orang yang diamankan dalam operasi tersebut menunjukkan masih adanya permintaan terhadap narkoba di masyarakat. Kondisi tersebut dinilai turut mendorong keberadaan bandar dan jaringan peredaran narkotika di Samarinda.

Ia menambahkan, tingginya permintaan menjadi salah satu faktor yang membuat peredaran narkoba tetap berlangsung. Bandar disebut terus mencari cara agar aktivitas peredaran dapat berjalan dan menghasilkan keuntungan.

“Artinya kan dari banyak banget orang-orang yang kita tangkap itu ketertarikan masyarakat Samarinda untuk barang itu kan besar sekali. Bandar ada, peredaran narkoba ada ya karena masyarakatnya membutuhkan. Nah, orientasi dari situ kan bisnis,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....