Sinergi Astacita, Perusahaan Teknologi GOTO Cetak Laba Bersih Kuartal 2

  • 30 Jul 2026 08:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Perusahaan induk Gojek dan GoPay yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil membukukan kinerja positif di kuartal II-2026.

Apalagi perusahaan teknologi Gojek Tokopedi (GoTo) mencatat laba bersih sebesar Rp252 miliar, membalikkan kerugian Rp375 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan ini menunjukkan peningkatan positif sejalan dengan program Asta Cita pemerintah, khususnya dalam hal peningkatan kesejahteraan, perlindungan sosial, serta penciptaan lapangan kerja bagi jutaan mitra pengemudi dan UMKM.

Keberhasilan GOTO mencetak laba bersih dua kuartal berturut-turut membuktikan industri teknologi lokal mampu mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan secara bisnis sejalan dengan program asta cita Asta poin ke-5 melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Pencapaian finansial GOTO pada paruh pertama tahun 2026 ini merefleksikan penguatan pilar Astacita, khususnya dalam memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada ekonomi digital.

Jumlah pengguna bertransaksi tahunan (ATUs) melonjak 19% secara tahunan (YoY) mencapai 71 juta pengguna. Nilai transaksi bruto (GTV) inti tumbuh pesat 83% YoY hingga menyentuh angka Rp164 triliun. EBITDA Grup yang disesuaikan melampaui Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya, meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, mengatakan pencapaian di

kuartal II-2026 melanjutkan tren positif di kuartal I-2026 dengan laba bersih Rp171 miliar.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang

disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui

angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya.

” kata Hans pada keterangannya Rabu, 30 Juli 2026 kepada media di Balikpapan.

Sejalan dengan misi Astacita untuk melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi serta meningkatkan lapangan kerja, sektor finansial GOTO menjadi ujung tombak baru dalam pemerataan ekonomi. Bisnis Fintech kini mencatatkan profitabilitas yang berhasil melampaui bisnis layanan On-demand Services (ODS).

Manajemen GOTO optimistis mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan setahun penuh di kisaran Rp3,2-3,4 triliun dengan mengandalkan keunggulan lini. Penguatan sektor Fintech ini membuka akses permodalan dan transaksi digital yang lebih luas bagi pelaku UMKM serta masyarakat di sektor informal. Sebagai komitmen dalam memperkuat struktur modal nasional dan memberikan dampak positif bagi iklim investasi dalam negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....