Museum Kota Samarinda Buka Peluang Hibah Koleksi dari Masyarakat
- 14 Jul 2026 10:27 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Museum Kota Samarinda membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan benda-benda bersejarah untuk menambah koleksi museum. Selain melalui mekanisme hibah, museum juga memiliki prosedur pembelian koleksi dari masyarakat dengan syarat benda tersebut memiliki nilai sejarah yang jelas.
Kurator Museum Kota Samarinda, Dhany Juliansyah, saat menjadi narasumber obrolan SPADA PRO 2 RRI Samarinda mengatakan, selama ini museum menerima hibah koleksi dari masyarakat melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Setiap benda yang dihibahkan akan melalui proses penilaian sebelum diputuskan menjadi koleksi museum.
"Selama ini kita terima dari warga yang menginginkan dalam bentuk hibah. Jadi, ada prosedur hibahnya. Kemudian kalau hibah kan enggak ada timbal baliknya, kita terima saja. Kemudian nanti kalau ada warga yang menjual, kita belum pernah melakukannya, tapi prosedurnya ada," ujarnya, dikutip Selasa 14 Juli 2026.
Menurut Dhany, apabila ada masyarakat yang menawarkan koleksi untuk dijual kepada museum, prosesnya tidak bisa dilakukan secara langsung. Museum terlebih dahulu melakukan penilaian dengan melibatkan pihak yang memiliki kompetensi terhadap benda tersebut.
"Kalau yang menjual ke museum, itu ada prosedur penilaian nanti oleh ahli yang terkait, baru bisa kita beli barangnya. Jadi, untuk barang-barang yang diajukan itu pasti dinilai. Termasuk yang dihibahkan juga kita nilai," katanya.
Ia menegaskan, museum tidak serta-merta menerima seluruh benda antik yang ditawarkan masyarakat. Koleksi yang diterima harus memiliki keterkaitan dengan sejarah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, maupun sejarah nasional sehingga memiliki nilai edukasi bagi pengunjung.
"Sempat dulu juga ada yang mau hibah seperti keris, tapi bilangnya mindahin yang miara. Jadi, kita enggak terima waktu itu kerisnya. Lagian juga kerisnya cuma benda antik. Kalau kita kaitkan ke sejarah kota ataupun sejarah daerah enggak kena. Cuma koleksi pribadi, barang tua saja kerisnya," katanya.
Menurut Dhany, Museum Kota Samarinda lebih memprioritaskan benda-benda yang memiliki nilai sejarah daripada sekadar usia koleksi. Karena itu, setiap usulan hibah akan dikaji berdasarkan keterkaitannya dengan sejarah maupun nilai pengetahuan yang dikandungnya.
"Kita lebih tertarik untuk barang-barang yang terkait dengan sejarah kita, sejarah di daerah, sejarah di provinsi, atau sejarah nasional. Itu pasti kita terima kalau benda itu ada kaitannya. Kalau sekadar benda tua, kita akan kaji lebih dalam lagi apakah ada terkait dengan ilmu pengetahuan ataupun sejarah yang lainnya," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....