IKN Tumbuh, Kaltim Pacu Produksi Pangan dari Lahan yang Ada
- 03 Jul 2026 12:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa tantangan baru bagi sektor pertanian Kalimantan Timur. Di tengah bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan konsumsi pangan, Pemerintah bersama Kementerian Pertanian mulai memperkuat optimalisasi lahan sawah di Samarinda agar mampu menopang kebutuhan pangan daerah sekaligus mendukung swasembada nasional.
Upaya tersebut menjadi bagian dari Gerakan Tanam Serentak 50.000 hektare yang dilaksanakan serentak di 25 provinsi. Di Kalimantan Timur, Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda, menjadi salah satu lokasi pelaksanaan percepatan tanam yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Muhammad Amin, mengatakan peningkatan produksi pangan di Kalimantan Timur tidak hanya dilakukan melalui perluasan lahan, tetapi juga dengan meningkatkan intensitas tanam pada lahan yang sudah tersedia.
"Adanya optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat bertujuan meningkatkan indeks pertanaman. Yang tadinya satu kali tanam kita tingkatkan menjadi dua kali, yang dua kali menjadi tiga kali," katanya saat Gerakan Tanam Serentak di Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda, 3 Juli 2026.
Menurutnya, peningkatan indeks pertanaman menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan jumlah penduduk dengan ketersediaan pangan. Apalagi Kalimantan Timur diproyeksikan mengalami peningkatan kebutuhan beras dan komoditas pertanian seiring berkembangnya kawasan IKN beserta wilayah penyangganya.
Muhammad Amin mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Samarinda yang terus mempertahankan kawasan pertanian produktif. Ia menyebut Samarinda masih memiliki sekitar 400 hingga 500 hektare lahan sawah yang dapat terus dioptimalkan untuk meningkatkan produksi pangan daerah.
"Tidak ada satu jengkal pun lahan sawah yang boleh kosong. Semua harus kita optimalkan agar produktivitas terus meningkat," ujarnya.
Bagi Kalimantan Timur, menjaga keberadaan lahan pertanian menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi pembangunan kawasan perkotaan terus berkembang, sementara di sisi lain kebutuhan pangan masyarakat juga terus meningkat. Kondisi itu membuat produktivitas lahan yang masih tersisa menjadi semakin penting dibanding sekadar membuka lahan baru.
Karena itu, pemerintah kini mendorong pola pembangunan pertanian yang lebih berorientasi pada efisiensi produksi. Optimalisasi lahan, peningkatan frekuensi tanam, serta pendampingan kepada petani menjadi strategi agar setiap hektare sawah mampu menghasilkan panen lebih banyak dalam satu tahun.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemandirian pangan Kalimantan Timur. Selama ini sebagian kebutuhan beras dan sejumlah komoditas hortikultura masih dipasok dari luar daerah. Dengan meningkatnya produksi lokal, ketergantungan tersebut diharapkan dapat terus berkurang sehingga pasokan pangan menjadi lebih stabil, terutama di tengah pertumbuhan kawasan IKN.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....