Peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam Pendistribusian MBG 3B
- 23 Jun 2026 12:14 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar peserta didik di sekolah. Pemerintah juga menghadirkan MBG 3B yang ditujukan bagi balita non-PAUD, ibu hamil dan ibu menyusui sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sejak dini.
Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Madya Kota Samarinda, BanneBuntu menjelaskan kelompok 3B dipilih karena termasuk kategori yang rentan mengalami masalah gizi.
“Kenapa kita sasar ke 3B? Karena dari awal memang harus diperhatikan gizinya. Anak-anak pada masa pertumbuhan, ibu hamil dan ibu menyusui menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian,” ujar BanneBuntu, dikutip Selasa 23 Juni 2026.
Dalam pelaksanaannya, Tim Pendamping Keluarga (TPK) memegang peran penting untuk memastikan bantuan makanan bergizi dapat diterima oleh sasaran yang tepat. TPK yang terdiri dari kader PKK, kader KB dan tenaga kesehatan dinilai memiliki kemampuan untuk mengenali kondisi masyarakat secara langsung. Sehingga proses penentuan penerima manfaat dapat dilakukan lebih akurat berdasarkan data yang ada di lapangan.
Kader IMP Kelurahan Dadi Mulya, Indanah, mengatakan TPK telah memiliki pengalaman mendampingi ibu hamil, calon pengantin, bayi dan balita sebelum program MBG berjalan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam pelaksanaan distribusi MBG 3B.
“TPK bertugas melakukan pendataan dan verifikasi sasaran, pendistribusian, pemantauan, pendampingan hingga pelaporan agar program berjalan tepat sasaran,” kata Indanah kepada RRI Pro4 Samarinda.
Selain memastikan makanan sampai kepada penerima manfaat, TPK juga berperan melakukan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi. Dengan demikian, program MBG 3B tidak hanya memberikan bantuan pangan, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gizi dan kesehatan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....