Pentingnya Asesmen SPMB untuk Wujudkan Pendidikan Inklusif

  • 21 Jun 2026 19:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Upaya mewujudkan pendidikan inklusif tidak hanya bergantung pada kesiapan sekolah, tetapi juga diawali dengan pemahaman yang tepat terhadap kebutuhan setiap anak. Asesmen menjadi tahapan penting dalam proses penerimaan murid baru bagi peserta didik penyandang disabilitas.

Layanan asesmen yang dilakukan Pusat Pelayanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) Kota Samarinda, membantu orang tua dan sekolah memperoleh gambaran mengenai kondisi, kemampuan serta potensi anak. Hasil asesmen kemudian menjadi dasar dalam menentukan bentuk layanan pendidikan yang paling sesuai.

Asisten Psikolog PLDPI Samarinda, Nurlita Adha menjelaskan setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pendekatan asesmen tidak dapat diseragamkan. Tim asesmen terlebih dahulu membangun rasa aman dan nyaman, agar anak dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya selama proses berlangsung.

Menurutnya, kenyamanan anak menjadi faktor penting karena akan memengaruhi hasil asesmen. Ketika anak merasa aman, potensi yang dimiliki dapat terlihat lebih jelas sehingga rekomendasi yang diberikan juga lebih akurat.

“Yang kami lakukan adalah membangun hubungan yang positif dengan anak, memberikan aktivitas yang menyenangkan dan menggunakan bahasa yang sederhana agar mereka memahami apa yang harus dilakukan,” ujar Nurlita, dikutip Minggu, 21 Juni 2026.

Selain mengamati anak secara langsung, tim juga melakukan wawancara dengan orang tua maupun pengasuh yang sehari-hari mendampingi anak. Informasi dari lingkungan terdekat dinilai penting untuk memahami kebiasaan, perkembangan hingga hambatan yang mungkin dihadapi anak.

Data tersebut kemudian dipadukan dengan hasil observasi dan alat tes psikologi untuk menghasilkan rekomendasi pendidikan. Rekomendasi itu dapat berupa kebutuhan layanan khusus, strategi pembelajaran hingga penempatan pendidikan yang sesuai dengan kondisi anak.

Admin Asesmen PLDPI Samarinda, Feri Andrian menyebut hasil asesmen juga membantu guru menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI). Sehingga proses belajar dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing peserta didik.

“Di hasil asesmen ada saran pengembangan dan kemampuan anak. Itu bisa menjadi acuan bagi guru untuk membuat program pembelajaran individual di sekolah,” katanya.

Melalui asesmen yang komprehensif, pendidikan inklusif tidak lagi sekadar memberikan akses masuk sekolah bagi anak berkebutuhan khusus. Dengan adanya asesmen, setiap anak mendapatkan dukungan yang tepat agar lebih optimal dalam mengembangkan potensinya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....