Gladi Siaga Karhutla di IKN Pastikan Respons Cepat dan Terintegrasi

  • 11 Jul 2026 07:12 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Gladi Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas instansi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau yang diperkirakan dipengaruhi fenomena El Nino tahun 2026.

Kegiatan yang digelar pada Jumat 10 Juli 2026 tersebut melibatkan unsur gabungan dari berbagai instansi, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, Basarnas, relawan kebencanaan, perusahaan, hingga unsur pendukung lainnya.

Berdasarkan laporan yang disampaikan Petugas Pusdalops PB BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, mengatakan gladi kesiapsiagaan ini bertujuan meningkatkan kemampuan personel sekaligus menguji efektivitas sistem penanganan Karhutla secara terpadu di kawasan IKN, ujarnya.

Dalam simulasi yang dilaksanakan, skenario diawali dengan deteksi titik panas (hotspot) melalui sistem Early Warning System (EWS) yang terintegrasi dengan Nusantara Command Center (NCC). Setelah dilakukan verifikasi lapangan menggunakan patroli darat dan drone thermal, kebakaran berhasil dikonfirmasi sehingga dilakukan mobilisasi personel untuk pemadaman awal.

Skenario kemudian berkembang dengan adanya laporan kebakaran di lokasi berbeda melalui fitur Panic Button pada aplikasi IKNOW. Kondisi tersebut mengharuskan petugas melakukan penanganan secara bersamaan di dua lokasi berbeda sebagai bentuk pengujian kemampuan koordinasi lintas sektor.

Tim Dinas Pemadam Kebakaran, Polisi Kehutanan, Tim Rescue, dan Tim Kesehatan bekerja secara terpadu melakukan pemadaman api, evakuasi korban luka bakar, penanganan warga terdampak asap, hingga proses pendinginan atau mop up untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.

Muriono menjelaskan penggunaan teknologi menjadi bagian penting dalam gladi kesiapsiagaan ini. Sistem deteksi dini, pemanfaatan drone thermal, serta koordinasi melalui Nusantara Command Center menjadi pendukung utama dalam mempercepat pengambilan keputusan saat terjadi keadaan darurat, katanya.

Ia menambahkan, latihan tersebut juga menjadi sarana meningkatkan kesiapan seluruh personel dalam menghadapi ancaman Karhutla yang berpotensi meningkat selama musim kemarau. Sinergi antarinstansi menjadi faktor utama agar setiap penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terintegrasi, ucapnya.

Melalui gladi kesiapsiagaan ini, seluruh peserta diharapkan semakin siap menghadapi berbagai skenario kebakaran hutan dan lahan di kawasan IKN. Selain memperkuat koordinasi, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla demi menjaga kawasan Ibu Kota Nusantara tetap aman dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....