Cegah Kekerasan di Sekolah, Pelajar SMKN 3 Samarinda Diberi Edukasi Hukum

  • 11 Jun 2026 21:33 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Kalimantan Timur turut berperan dalam kegiatan Penguatan Karakter Murid melalui Pembinaan Mental dan Sikap (Bintalsik) yang digelar SMK Negeri 3 Samarinda di Jalan KH. Wachid Hasyim No. 76 Samarinda. Kegiatan tersebut mengusung tema "Membangun Mental Profesional dan Karakter Unggul sebagai Bekal Meraih Prestasi dan Kesuksesan di Dunia Pendidikan serta Dunia Kerja".

Dalam kesempatan tersebut, Kepala UPTD PPA Provinsi Kalimantan Timur, Kholid Budhaeri hadir langsung sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya perlindungan anak, pencegahan kekerasan, serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Kholid menjelaskan bahwa materi yang disampaikan mencakup Undang-Undang Perlindungan Anak, pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan, serta berbagai contoh kasus yang pernah ditangani oleh UPTD PPA terkait bullying, perundungan, dan kekerasan terhadap anak usia sekolah.

"Alhamdulillah, tadi kami menyampaikan terkait Undang-Undang Perlindungan Anak, juga pencegahan maupun penanganan kekerasan di lingkungan sekolah. Kami juga memberikan contoh-contoh kasus yang ditangani UPTD PPA terkait bullying, kekerasan, dan perundungan di lingkungan pendidikan," ujarnya pada Kamis 11 Juni 2026.

Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Sekolah Aman dan Nyaman. Materi tersebut menekankan pentingnya keterlibatan siswa dalam menciptakan budaya sekolah yang sehat melalui partisipasi dalam penyusunan aturan sekolah, komitmen terhadap tata tertib kelas, serta etika dalam penggunaan media digital.

Menurut Kholid, edukasi tersebut sangat penting mengingat mayoritas peserta didik kelas X dan XI masih berstatus anak sehingga perlu mendapatkan bekal pengetahuan untuk melindungi diri dari berbagai risiko di dunia nyata maupun dunia digital.

Kepala SMK Negeri 3 Samarinda, Elis Susiana, S.Pd., M.Pd, saat memberikan arahan kepada siswa kegiatan Penguatan Karakter Murid melalui Pembinaan Mental dan Sikap (Bintalsik). (Foto : RRI/Dedi)

Ia menambahkan, penggunaan media daring yang tidak bijak dapat berdampak pada masa depan generasi muda. Karena itu, siswa perlu memahami berbagai konsekuensi yang dapat muncul akibat perilaku negatif di ruang digital, termasuk yang berkaitan dengan ketahanan keluarga dan kehidupan sosial di masa mendatang.

"Kami berharap mereka bisa memahami berbagai kasus yang kami sampaikan, baik yang terjadi di sekolah maupun di luar sekolah. Harapannya itu menjadi pembelajaran agar mereka tidak salah langkah dalam menjalani kehidupan selanjutnya," katanya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 3 Samarinda, Elis Susiana, menilai kolaborasi antara sekolah dan UPTD PPA Provinsi Kalimantan Timur memberikan dampak positif terhadap penguatan karakter peserta didik. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.

Elis menyebutkan bahwa manfaat yang diperoleh siswa meliputi edukasi regulasi hukum, pencegahan kekerasan dan bullying, penguatan mental serta self-esteem, akses terhadap layanan konseling, hingga pembentukan karakter yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.

"Kolaborasi UPTD PPA Provinsi Kaltim memberikan dampak positif untuk penguatan karakter murid di SMKN 3 Samarinda. Harapan kami kerja sama ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dalam berbagai program kesiswaan, tidak hanya pada kegiatan Bintalsik saja," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, SMKN 3 Samarinda berharap para siswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan keterampilan kerja yang baik, tetapi juga karakter kuat, mental tangguh, serta kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....