Surat Cinta dari Ompreng, Bukti Hangatnya Makan Bergizi Gratis
- 29 Jul 2026 14:50 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Di balik kotak makan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang setiap hari dibagikan kepada siswa di Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, terselip kisah sederhana yang menyentuh. Bukan hanya piring yang kembali kosong karena makanan habis disantap, tetapi juga secarik surat, bahkan uang saku yang diam-diam disisipkan anak-anak sebagai ungkapan terima kasih kepada para petugas dapur.
Cerita itu menjadi pengingat bahwa manfaat Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, rasa syukur, dan hubungan emosional antara penerima manfaat dengan para petugas yang setiap hari menyiapkan makanan mereka.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Loa Buah, Deky Wahyudi, kepada rri.co.id Rabu 29 Juli 2026. mengatakan surat-surat yang ditemukan di dalam ompreng menjadi penyemangat bagi seluruh tim yang bekerja sejak dini hari menyiapkan ribuan porsi makanan.
Menurutnya, isi surat itu beragam. Ada yang menyampaikan rasa terima kasih, ada pula yang menuliskan usulan menu favorit mereka.
"Ini salah satu surat cinta dari anak-anak penerima manfaat kita. Ada yang menulis, makanannya enak, hanya meminta buahnya jangan pisang karena dia tidak suka, diganti apel. Ada juga yang meminta sayurnya terong. Bagi kami itu menjadi masukan yang sangat berharga," ujar Deky Wahyudi.

Tak hanya surat, tim SPPG juga beberapa kali menemukan sejumlah uang di dalam ompreng yang dikembalikan siswa usai makan.
Deky mengaku sempat terkejut ketika petugas pencucian ompreng menyerahkan uang tersebut. Setelah ditelusuri, uang itu ternyata sengaja ditinggalkan siswa sebagai bentuk apresiasi kepada para petugas dapur.
"Kadang tim pencuci ompreng datang membawa uang yang ditemukan di dalam kotak makan. Kata anak-anak itu untuk om-om yang bekerja di MBG sebagai ucapan terima kasih. Semua surat dan uang itu kami simpan, tidak kami ganggu. Itu menjadi penyemangat bagi kami," katanya.
Bagi SPPG Loa Buah, surat-surat sederhana tersebut menjadi evaluasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan, mulai dari variasi menu hingga cita rasa makanan yang disajikan.
Cerita hangat itu datang dari Kelurahan Loa Buah, wilayah yang berada di jalur hilir Sungai Mahakam sekaligus berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kawasan yang sejak lama dikenal sebagai permukiman pekerja sektor informal, buruh sungai, dan masyarakat di tepian Mahakam ini kini turut merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
Kehadiran dapur SPPG di kawasan pinggiran kota tersebut menjadi bukti bahwa distribusi program nasional tidak hanya menyasar pusat kota, tetapi juga menjangkau sekolah-sekolah di wilayah perbatasan Samarinda.
Salah satu penerima manfaat, Valentino Mangalo, siswa SMP Negeri 28 Samarinda, mengaku senang sejak sekolahnya menerima Program Makan Bergizi Gratis. Menu ayam menjadi makanan yang paling ditunggu bersama teman-temannya.
Ia mengatakan kehadiran MBG membuat uang saku yang biasanya digunakan membeli makan siang kini bisa disimpan untuk kebutuhan lain.
"Senang. Yang paling suka ayam. Uang jajan juga jadi bisa disimpan dan tidak boros," ujar Valentino.
Hal senada disampaikan Diki, siswa lainnya. Ia berharap menu bergizi seperti ayam, telur, nasi, dan susu dapat terus disajikan karena membuat siswa semakin bersemangat mengikuti kegiatan belajar.
Di tengah berbagai ukuran keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis, surat-surat kecil yang ditulis tangan anak-anak dan uang receh yang mereka sisihkan mungkin bukan bagian dari indikator resmi pemerintah. Namun, bagi para petugas dapur di Loa Buah, keduanya menjadi bukti bahwa perhatian yang diberikan melalui seporsi makanan bergizi telah diterima dengan rasa syukur yang tulus oleh anak-anak di tepian Sungai Mahakam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....