Dinamika Distribusi MBG dan Antusiasme Murid di Balikpapan

  • 22 Mei 2026 06:25 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Di tingkat sekolah, pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) disambut baik namun tidak luput dari tantangan tak terduga. SDN 013 Balikpapan Selatan mencatat bahwa distribusi harian yang biasanya mencapai lebih dari 900 porsi (untuk 872 murid dan 45 guru) umumnya berjalan lancar, meski sesekali terjadi keterlambatan.

"Paling banter terlambat satu jam. Kemarin sempat terkendala karena musibah dinding dapur SPPG runtuh akibat suhu panas, yang menyebabkan makanan terkena reruntuhan. Namun, pihak mitra bertanggung jawab dengan langsung berbelanja ulang ke pasar demi menjaga kualitas," ungkap Kepala Sekolah SDN 013 Balikpapan Selatan Susi Misinah pada Kamis, 21 Mei 2026.

Pihak sekolah juga menegaskan konsep menu saat ini bukan lagi "4 Sehat 5 Sempurna", melainkan "Pemenuhan Menu Seimbang" sesuai standar Dinas Kesehatan. Evaluasi pengisian menu juga dilakukan setiap hari bersama Person in Charge (PIC) terkait.

Khusus minggu ini, SDN 013 Balikpapan Selatan mengajukan permohonan penghentian sementara distribusi MBG. Hal ini dikarenakan sekolah sedang menyelenggarakan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ).

Selama ujian berbasis daring tersebut, hanya 154 siswa kelas 6 yang hadir dengan durasi jam belajar yang singkat. Durasi makan yang memerlukan waktu minimal 30 menit dinilai kurang efektif di tengah jadwal ujian yang ketat. Distribusi dipastikan akan kembali normal pada hari Senin mendatang.

Menjadi Tumpuan Siswa Kurang Mampu

Meski ada siswa dari kalangan keluarga mampu yang memerlukan adaptasi terhadap menu standar, program MBG terbukti menjadi berkah besar bagi siswa yang memerlukan. Terutama bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi di bawah rata-rata, anak yang orang tuanya sibuk bekerja, atau anak yang tinggal bersama neneknya.

"Saat operasional sempat libur karena perbaikan IPAL, anak-anak terus bertanya kapan program MBG ada lagi. Ini bukti nyata bahwa mereka sangat menanti dan membutuhkan program ini. Kami berharap program dari Bapak Prabowo Subianto ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu memastikan anak-anak mendapatkan sarapan dan makan siang yang layak," kata Susi mengakhiri perbincangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....