Kisah Inspiratif RT 18 Sungai Nangka Balikpapan Ubah Sampah Jadi Tabungan

  • 08 Mei 2026 18:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Kompleks Perumahan Pondok Karya Agung, RT 18 Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan, kini menjadi cerminan lingkungan yang asri, tertata rapi, dan hijau. Konsistensi pengurus RT bersama pengelola Bank Sampah setempat berhasil mengubah pola pikir warga menjadi lebih peduli lingkungan, sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Balikpapan menekan volume sampah di TPA Manggar.

Direktur Bank Sampah RT 18 Sungai Nangka, Maria Evie Yuliyanti, menjelaskan bahwa inisiatif ini dimulai sejak tahun 2021. Upaya edukasi yang berkesinambungan terbukti membuahkan hasil melalui partisipasi warga yang meningkat pesat.

"Awalnya anggota hanya pengurus saja. Namun, melalui edukasi dan sosialisasi intensif, kini seluruh warga menjadi anggota dan saat ini sudah 120 nasabah merasakan manfaat langsung. Warga memilah sampah plastik, kertas, kaleng, hingga elektronik bekas. Semua memiliki nilai ekonomis, dikumpulkan, dan menjadi saldo tabungan yang bisa ditukar menjadi uang atau barang keperluan pokok," ujar Maria Evie kepada RRI, Jumat 8 Mei 2026.

Senada dengan itu, salah satu nasabah Bank Sampah, Djanti Ekawati, mengungkapkan dukungannya yang luar biasa. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga memberikan dampak ekonomi.

"Sangat bagus dan saya sangat mendukung. Saya bergabung sejak awal berdirinya. Ini patut menjadi contoh untuk RT lainnya," ujar Djanti antusias.

Berkat komitmen pengelolaan lingkungan yang baik, RT 18 Sungai Nangka berhasil meraih Juara 1 Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2025.

Inovasi dan Tantangan Pengelolaan Bank Sampah

Dalam mendukung program tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan memfasilitasi 4 titik halte sampah di wilayah RT 18. Hal ini bertujuan mengatur waktu pembuangan sampah agar tidak terjadi penumpukan.

Tak hanya sampah kering, Bank Sampah RT 18 juga menerima minyak goreng bekas (jelantah). "Untuk minyak bekas, contohnya 5 liter dapat ditukar dengan minyak goreng baru seberat 2 liter. Ini mencegah pencemaran limbah minyak di parit yang dapat menyumbat saluran," ucap Maria Evie.

Meski berjalan sukses, Maria Evie menyoroti kendala harga jual sampah yang masih tergolong murah. Hal ini dikarenakan lokasi pengolahan sampah belum tersedia di Kalimantan Timur, sehingga material daur ulang harus dikirim ke Pulau Jawa.

Pihaknya berharap, ke depan Pemerintah Kota Balikpapan dapat menghadirkan pusat pengolahan sampah sendiri. Dengan demikian, harga jual sampah dapat lebih tinggi, menyerap tenaga kerja lokal, dan memperpanjang umur TPA Manggar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....