Menteri Ara Percepat BSPS Kaltim, Target 3.000 Hunian Layak di 2026
- 05 Mei 2026 16:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi mempercepat akselerasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Kalimantan Timur. Pada tahun 2026 ini, target perbaikan hunian layak huni dipatok mencapai angka signifikan, yakni 3.000 unit di seluruh wilayah Benua Etam.
Langkah strategis ini ditandai dengan perubahan jadwal pelaksanaan fisik di Kota Balikpapan yang semula direncanakan pada 20 Mei 2026, dimajukan menjadi 15 Mei 2026. Percepatan ini bertujuan agar seluruh rangkaian pekerjaan dapat rampung tepat waktu pada 15 Agustus 2026 dengan pengawalan ketat dari 39 Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL).
Sinergi Lintas Sektor
Lonjakan kuota ini merupakan hasil kolaborasi masif antara pemerintah pusat dan daerah. Selain alokasi reguler, Kementerian PKP memberikan tambahan sebanyak 700 unit. Dukungan ini diperkuat oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang menggelontorkan bantuan untuk 500 unit, serta Pemerintah Kota Balikpapan sebanyak 100 unit.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan program ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. "Kami memastikan pelaksanaannya tepat sasaran, transparan, dan tanpa pungutan apa pun karena bersumber dari APBN," ucapnya pada Selasa, 5 Mei 2026 di Kota Balikpapan.
Optimisme Daerah
Senada dengan hal tersebut, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menekankan kunci keberhasilan program ini terletak pada sinergi. Dukungan dari pemerintah daerah dianggap krusial untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan komitmen penuh terhadap program ini. Ia berharap penambahan kuota tersebut mampu menekan angka backlog (persentase rumah tangga yang menempati rumah milik sendiri) rumah tidak layak huni secara efektif.
"Kami mendukung penuh melalui penambahan kuota agar semakin banyak masyarakat Kalimantan Timur yang merasakan manfaat nyata dari hunian yang lebih berkualitas dan sehat," ujar Rudy.
Melalui program BSPS ini, pemerintah tidak hanya sekadar merenovasi fisik bangunan, tetapi juga berupaya memberikan stimulus ekonomi bagi masyarakat setempat melalui pola pengerjaan swadaya yang padat karya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....