Kondisi "Kesehatan" Koperasi Merah Putih di Kalimantan Timur

  • 23 Apr 2026 11:24 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur membahas mengenai jumlah dan kondisi kesehatan koperasi di wilayah Kalimantan Timur. Hingga saat ini, tercatat ribuan koperasi telah berdiri, namun kualitas kesehatan lembaga tersebut masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Kalimantan Timur kini memiliki ribuan unit koperasi yang tersebar di berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten/kota hingga tingkat nasional. Pertumbuhan jumlah koperasi ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam berkelompok untuk membangun usaha bersama, meskipun secara operasional masih banyak yang memerlukan evaluasi mendalam.

Secara rinci, terdapat ribuan koperasi primer yang terdaftar di bawah naungan kabupaten dan kota. Angka ini juga sudah mencakup keberadaan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang baru-baru ini digencarkan secara masif di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur, guna mempercepat pemerataan ekonomi.

Ferdiansyah, Pengawas Koperasi Ahli Pertama Dinas PPKUKM Kaltim, mengungkapkan angka pasti mengenai sebaran koperasi tersebut dalam sebuah diskusi publik. Ia merinci bahwa mayoritas koperasi berada pada level kabupaten/kota, diikuti oleh koperasi tingkat provinsi yang anggotanya lintas daerah, serta koperasi berskala nasional yang beroperasi di wilayah Kaltim.

"Sekedar informasi saja tadi sesuai dengan pertanyaannya di Kaltim ini ada 4.532 koperasi yang terdiri atas koperasi kota kabupaten itu ada 4.141, di dalamnya juga sudah termasuk KDKMP Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih sejumlah 1.037," ujar Ferdiansyah dalam program Ekonomi Digital di Pro1 RRI Samarinda, Jumat 10 April 2026.

Namun, di balik pertumbuhan jumlah tersebut, kondisi kesehatan koperasi di Kalimantan Timur masih berada pada level yang mengkhawatirkan. Sebagian besar koperasi yang terdaftar masuk dalam kategori tidak sehat atau kurang sehat. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari manajemen yang lemah hingga kurangnya partisipasi aktif dari anggota dalam menjalankan prinsip-prinsip perkoperasian.

"Kategori yang sehat itu bisa dibilang ya mungkin 25% lah gitu ya masih belum sampai 50% di Kalimantan Timur dan ini memang menjadi PR kami, tantangan kami dan tugas kami juga untuk melakukan pembinaan," ujarnya.

Rendahnya angka koperasi sehat ini mendorong Dinas PPKUKM Kaltim untuk lebih gencar melakukan fasilitasi akses pasar dan pembinaan teknis agar ribuan koperasi yang ada dapat kembali produktif dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan anggotanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....