PLDPI Perkuat Peran, Dorong Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus
- 21 Apr 2026 13:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (PLDPI) terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung pemenuhan hak pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya di Kalimantan Timur. Lembaga ini hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan terpadu guna menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan ramah bagi semua anak.
Pelaksana Program Preschool Skills PLDPI, Muhammad Fathoni Semedi, kepada RRI Samarinda menjelaskan bahwa lembaganya tidak hanya berfokus pada penanganan anak, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusivitas. Hal ini menjadi bagian penting dalam menghilangkan stigma dan diskriminasi yang masih kerap terjadi di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, peran PLDPI mencakup penyediaan layanan pembelajaran intervensi terpadu yang dirancang untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Layanan ini meliputi terapi fisioterapi, terapi perilaku, pengembangan motorik kasar dan halus, hingga terapi bicara yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.
Selain itu, PLDPI juga memiliki program kelas transisi yang berfungsi sebagai jembatan bagi anak sebelum memasuki pendidikan formal. Dalam kelas ini, anak-anak dikenalkan pada suasana belajar di kelas, termasuk penguatan kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung.
Tak hanya itu, layanan asesmen juga menjadi salah satu fungsi utama PLDPI. Layanan ini mencakup proses skrining awal hingga rekomendasi bagi anak yang akan memasuki sekolah, sehingga dapat membantu menentukan kebutuhan pendidikan yang tepat sejak dini.
“Kami memiliki layanan intervensi terpadu, kelas transisi, dan asesmen. Semua ini kami buka untuk umum, bahkan layanan asesmen dapat diakses secara gratis oleh masyarakat,” ucap Fathoni.
Sejak berdiri pada 2014, PLDPI telah menangani lebih dari 200 anak dengan berbagai jenis disabilitas seperti autisme, down syndrome, dan ADHD. Tingginya kebutuhan layanan juga terlihat dari daftar tunggu yang saat ini mencapai lebih dari 120 anak yang belum mendapatkan layanan terapi.
Dalam menjalankan fungsinya, PLDPI didukung oleh lebih dari 30 tenaga profesional yang terbagi dalam berbagai layanan, mulai dari terapis intervensi, pengajar kelas transisi, hingga tim asesmen. Meski demikian, jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan untuk menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan layanan.
Fathoni menekankan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya bergantung pada lembaga, tetapi juga pada dukungan lingkungan yang adaptif. Ia menilai masih diperlukan peningkatan literasi masyarakat agar lebih memahami kondisi anak berkebutuhan khusus.
“Permasalahannya bukan hanya pada anak, tetapi lingkungan yang belum sepenuhnya adaptif. Karena itu, kami terus mendorong edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama mewujudkan lingkungan yang inklusif,” ujarnya.
Dengan berbagai program dan layanan yang dijalankan, PLDPI diharapkan mampu menjadi pusat rujukan sekaligus motor penggerak dalam mewujudkan pendidikan inklusif. Dengan kolaborasi berbagai pihak, keberadaan lembaga ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup anak berkebutuhan khusus di Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....