Guru Pendamping Khusus Perkuat Sekolah Inklusi

  • 13 Jul 2026 12:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Penyelenggaraan sekolah inklusi di Kota Samarinda terus berkembang, sebagai upaya memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak. Namun masih ada tantangan yang perlu mendapatkan perhatian, terutama terkait ketersediaan Guru Pembimbing Khusus (GPK) yang menjadi ujung tombak pendampingan anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah.

Meningkatnya jumlah ABK yang mengenyam pendidikan di sekolah inklusi, belum sepenuhnya diimbangi dengan jumlah tenaga pendamping yang memadai. Kondisi itu membuat sekolah harus mengoptimalkan guru mata pelajaran, untuk menjalankan tugas tambahan sebagai GPK setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan pemerintah.

Psikolog UPTD Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) Kota Samarinda, Hanifa Timur Mawarizka mengatakan idealnya setiap sekolah inklusi memiliki sedikitnya dua GPK. Namun, kebutuhan tersebut masih sulit dipenuhi karena tenaga pendidik dengan latar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB) di Samarinda masih terbatas.

"Jumlah anak berkebutuhan khusus terus bertambah, sementara Guru Pembimbing Khusus yang memiliki latar belakang Pendidikan Luar Biasa masih terbatas. Karena itu, peningkatan kompetensi guru melalui bimbingan teknis menjadi sangat penting," ujar Hanifa kepada RRI Pro4 Samarinda.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, PLDPI bersama Dinas Pendidikan Kota Samarinda secara rutin menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi GPK. Pelatihan dilaksanakan dua kali dalam setahun dengan jenjang dasar, menengah hingga mahir. Pelatihan ini bertujuan agar guru memiliki bekal dalam mengidentifikasi kebutuhan siswa, melakukan pendampingan serta menyusun strategi pembelajaran yang sesuai.

"Harapannya pemerintah terus memperkuat kompetensi Guru Pembimbing Khusus (GPK), termasuk memberikan kesempatan pendidikan di bidang Pendidikan Luar Biasa agar layanan sekolah inklusi semakin optimal," katanya, dikutip Senin, 13 Juli 2026.

Melalui penguatan kapasitas guru, sekolah inklusi diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang ramah bagi seluruh peserta didik. Kehadiran Guru Pembimbing Khusus menjadi fondasi terciptanya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan bagi semua anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....