BKKBN Kaltim Perkuat Program 3B untuk Tekan Stunting
- 08 Apr 2026 12:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Percepatan penurunan stunting menjadi salah satu fokus utama dalam Rakorda Bangga Kencana 2026 di Kalimantan Timur. Pemerintah menilai stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan manusia. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dan terintegrasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3A Kaltim, Anik Nurul Aini, menyampaikan penanganan stunting dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Intervensi dilakukan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota. “Percepatan penurunan stunting terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan pelayanan keluarga berencana. Penyediaan alat kontrasepsi dan edukasi masyarakat menjadi prioritas. Upaya ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam perencanaan keluarga.
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Nurizky Permanajati, mengungkapkan program makanan bergizi gratis (MBG) menjadi salah satu strategi. Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. “Total distribusi sudah mencapai sekitar 14 ribu sasaran di Kalimantan Timur,” ucapnya.
Program tersebut didukung oleh tenaga penyuluh lapangan dan kader tim pendamping keluarga. Distribusi dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka stunting secara signifikan.
Namun, tantangan geografis masih menjadi kendala dalam pelaksanaan program. Wilayah yang luas dan akses terbatas menjadi hambatan distribusi layanan. “Kesenjangan layanan di daerah masih menjadi tantangan,” kata Nurizky pada Rabu 8 April 2026.
Melalui Rakorda ini, pemerintah berharap lahir inovasi baru dalam penanganan stunting. Program yang tepat sasaran diyakini mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dengan demikian, generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat dan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....