Fokus MBG di Kaltim: Prioritas Ibu Hamil, Balita, dan Anak Sekolah
- 16 Feb 2026 16:20 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur masih memprioritaskan ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak sekolah. Hal ini disampaikan pendamping program SPPG Regional Kaltim, Sirajul Amin, saat dialog Halo Kaltim Pro1 Samarinda, terkait operasional MBG di wilayah terpencil, seperti di Kutai Barat.
“Untuk wilayah Kubar, saat ini baru ada 3 SPPG yang beroperasional, artinya baru bisa melayani sekitar 9.000 penerima manfaat. Fokus kami tetap pada anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita karena mereka kelompok rentan stunting,” ujar Sirajul kepada RRI. Ia menambahkan, SPPG terpencil akan dibangun di daerah yang penduduknya tersebar, dengan kapasitas kurang dari 1.000 penerima manfaat.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan SPPG terpencil dibangun untuk memastikan jangkauan MBG merata hingga ke pelosok yang sulit dijangkau. “Saat ini di Kubar sudah ada 26 SPPG terpencil yang siap beroperasi setelah proses apresial selesai. Pembangunan masih berlanjut, dan beberapa unit dijadwalkan rampung awal tahun ini,” katanya dikutip Senin, 16 Februari 2026.
Keterbatasan kapasitas dapur menjadi salah satu tantangan. “Satu dapur hanya mampu menyalurkan makanan untuk jumlah tertentu. Jika melebihi kapasitas, ada risiko keamanan pangan dan kualitas gizi menurun. Fokus kami adalah memastikan anak sekolah, ibu hamil, dan balita tetap menerima MBG sesuai standar,” ucap Sirajul menambahkan.
Dalam praktiknya, SPPG juga memperhatikan keamanan dan kualitas pangan. Ia menekankan, meskipun akses sulit, tim KPPG berkomitmen agar program ini berjalan optimal di 2026.
“Kami memperketat SOP, termasuk regulasi SLHS untuk dapur yang melayani lebih dari 1.000 penerima manfaat. Hal ini untuk mencegah makanan basi atau kualitasnya menurun,” ujarnya.
Pihaknya juga menegaskan prioritas penerima MBG berdasarkan regulasi terbaru. Program ini menargetkan kelompok yang paling membutuhkan untuk memaksimalkan dampak terhadap pertumbuhan dan kesehatan.
“Kategori MBG mengacu pada Perpres Nomor 83 Tahun 2024 dan SK Kepala Badan Gizi Nasional. Semua siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita termasuk penerima manfaat utama. Kami ingin menjangkau mereka yang rentan stunting dan malnutrisi. Dengan dukungan SPPG terpencil, kami optimis pada 2026 semua penerima manfaat di Kalimantan Timur akan terlayani dengan baik,” ucap Sirajul menutup penjelasannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....