CKG Ubah Perilaku Siswa Sekolah Rakyat di Samarinda Lebih Sehat
- 09 Feb 2026 14:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Program cek kesehatan gratis (CKG) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Samarinda dinilai memberi dampak baik terhadap kepedulian siswa akan kesehatan diri. Setelah dua kali pelaksanaan pada Oktober 2025 dan Februari 2026, perubahan perilaku peserta didik mulai terlihat dalam keseharian mereka di sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Bidang Humas, Yunita Ainur Rizkiah, mengatakan CKG membantu siswa mengenali kondisi kesehatannya sejak dini, sekaligus membangun kesadaran untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan diri.
“Kita mulai kegiatan belajar mengajar Oktober 2025 dan pertama kali CKG juga di Oktober. Dari situ anak-anak jadi tahu, misalnya giginya kurang bersih atau sering sakit,” ujar Yunita.
Ia menjelaskan, setelah mengetahui kondisi kesehatannya, siswa mulai berani melapor jika merasa tidak nyaman. Pihak sekolah kemudian rutin membawa mereka ke Puskesmas setiap semester untuk pemeriksaan lanjutan.
Selain pemeriksaan rutin, siswa juga mendapat tambahan vitamin. Edukasi kesehatan yang diberikan secara berulang membuat mereka perlahan mengubah kebiasaan sehari-hari.
"Anak-anak merasa 'oh saya di sini sakit aja tuh diperhatikan'. Sedangkan, mungkin sebelumnya di rumah kalau sakit biasa minum obat warung aja. Kalau sekarang kan mereka lebih hati-hati," kata Yunita.
Selain berdampak pada kesehatan, CKG juga meningkatkan antusiasme siswa terhadap kegiatan sekolah. Kehadiran tenaga kesehatan dinilai memberi pengalaman baru bagi peserta didik tingkat sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah ke atas (SMA).
Yunita mengungkapkan, bagi siswa pengalaman pemeriksaan merupakan hal yang menyenangkan. Bahkan, sebagian dari mereka mulai tertarik pada dunia kesehatan.
"Banyak yang jadi termotivasi, 'oh, nanti saya mau menjadi seperti itu'. Jadi semangat belajarnya juga naik,” kata Yunita.
Ia pun berharap, kepedulian siswa terhadap kesehatan dapat membentuk kebiasaan untuk hidup bersih dan lebih memperhatikan pola hidup mereka agar tidak mudah sakit.
"Misalnya, kalau sebelum tidur itu sikat gigi, itu kan pembiasaan yang jarang untuk beberapa kalangan ya, apalagi anak-anak sekolah rakyat bukan dari kalangan yang hidupnya sangat teratur atau terperhatikan secara detail," ucap Yunita, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....