Efisiensi Anggaran Jadi Kunci Penguatan Produk Unggulan Samarinda

  • 08 Feb 2026 07:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Pemerintah Kota Samarinda menegaskan, upaya efisiensi anggaran tidak menjadi penghalang dalam mendorong pengembangan Produk Unggulan Daerah (PUD). Justru, kebijakan tersebut diarahkan agar belanja daerah lebih tepat sasaran, berdampak luas bagi masyarakat, serta tetap mendukung capaian pembangunan dan prestasi daerah.

Penegasan itu disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat paparan kajian penentuan Produk Unggulan Daerah Kota Samarinda yang disusun dalam bentuk policy brief. Kajian tersebut merupakan hasil kerja sama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Samarinda dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman.

Wali Kota menyampaikan, tidak semua program unggulan harus diorientasikan pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, dalam kerangka efisiensi anggaran, pemerintah perlu membedakan program yang berfungsi sebagai mesin penggerak ekonomi dengan program yang berperan sebagai penguat identitas dan budaya daerah.

“Efisiensi bukan berarti memangkas dukungan, tetapi mengelola anggaran secara cermat agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya, seperti dikutip dari rilis ppid.samarindakota.go.id. Ia menambahkan, kebijakan berbasis kajian akademis memberi dasar kuat bagi pemerintah dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran.

Dalam arahannya, Andi Harun mendorong pembagian PUD ke dalam beberapa level strategis. PUD inti diarahkan sebagai penggerak utama ekonomi, sementara PUD pendukung berfungsi memperluas dampak melalui sektor turunan. Adapun PUD berbasis budaya diposisikan sebagai modal sosial yang pengelolaannya tidak semata diukur dari keuntungan finansial.

Ia mencontohkan produk budaya seperti Sarung Samarinda yang tetap perlu didukung meski tidak berorientasi pada PAD. Menurutnya, dukungan terhadap produk berbasis budaya merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk memperkuat identitas kota dan meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya membangun ekosistem dan hilirisasi produk unggulan. Dengan pendekatan tersebut, anggaran yang digunakan tidak terfragmentasi, melainkan saling terhubung dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kota Samarinda berharap pengelolaan anggaran daerah dapat semakin efisien, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Efisiensi anggaran dipandang sebagai strategi untuk memperkuat kinerja pembangunan tanpa mengurangi dukungan terhadap prestasi ekonomi, sosial, maupun budaya Kota Samarinda.

(DON/JUAN-KMF/SMR)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....