Gotong Royong Perkuat Siaga Bencana Warga Sengkotek Samarinda

  • 04 Feb 2026 07:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Gotong royong dan kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan warga di RT 17 Kelurahan Sengkotek, Kota Samarinda. Melalui kegiatan rutin dan pendekatan langsung kepada warga, pengurus RT terus berupaya menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus kesiapan menghadapi potensi bencana.

Ketua RT 17 Kelurahan Sengkotek, Budi, mengatakan kegiatan gotong royong di wilayahnya dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sebulan. Frekuensi tersebut dinilai efektif untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk. “Gotong royong kami laksanakan satu bulan dua kali,” ujar Budi kepada RRI, dikutip Selasa 3 Februari 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut mayoritas diikuti oleh ibu-ibu PKK. Hal itu disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi warga, di mana sebagian besar kepala keluarga beraktivitas sebagai pedagang. “Kalau melibatkan bapak-bapaknya, rata-rata mereka jualan. Kalau ditinggal, bisa rugi,” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, gotong royong difokuskan pada pembersihan jalan lingkungan. Menurut Budi, kondisi wilayah yang tidak memiliki parit membuat kegiatan kebersihan lebih difokuskan pada penyapuan jalan dan area sekitar permukiman. “Yang dibersihkan itu jalanan saja, tidak ada parit. Rata-rata menyapu,” katanya.

Terkait partisipasi warga, Budi menilai antusiasme masyarakat cukup baik. Target kehadiran warga dalam kegiatan gotong royong dinilai selalu terpenuhi. “Alhamdulillah, target-target gotong royong itu selalu terpenuhi,” ujarnya.

Selain gotong royong, pengurus RT juga secara rutin melakukan pendekatan informal ke rumah-rumah warga. Pendekatan tersebut dilakukan melalui obrolan santai sekaligus menjadi sarana sosialisasi kebencanaan. “Kadang cuma ngobrol-ngobrol saja, tapi sambil sosialisasi soal kebencanaan,” ucap Budi.

Dalam konteks kesiapsiagaan bencana, Budi menyebut RT 17 telah memiliki sejumlah sarana dasar, seperti alat pemadam api ringan (APAR). Namun, ia berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah kota, khususnya dalam bentuk pelatihan. “Kalau alat sudah ada, tinggal pelatihan-pelatihan penanggulangan bencana,” katanya.

Ia juga berharap adanya tambahan sarana pendukung, seperti mesin perahu untuk wilayah yang berada di bantaran sungai. Menurutnya, sarana tersebut akan sangat membantu jika terjadi keadaan darurat. “Kalau bisa ditambah mesin perahu, tentu akan sangat membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Sengkotek, May Fadly, mengatakan pihak kelurahan terus merencanakan penguatan kapasitas masyarakat melalui program pelatihan pada tahun 2026. Hal tersebut akan disesuaikan dengan hasil musyawarah bersama warga dan RT. “Kami masih menghitung ulang dan akan rembuk lagi dengan warga di RT-RT,” ujar May Fadly.

Ia menegaskan, program yang dijalankan akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah. RT 17, misalnya, memiliki posisi strategis di pinggir sungai dan bersebelahan dengan Jalan Cipto Mangunkusumo yang menjadi jalur utama menuju Mahakam Ulu. “Wilayah ini memang khas, pinggir sungai dan di sampingnya jalan raya yang cukup luas,” ucapnya.

May Fadly menambahkan, kawasan tersebut juga kerap menjadi lokasi kerja bakti massal karena banyaknya pepohonan dan dedaunan. Pembersihan rutin dinilai penting untuk menjaga kebersihan, estetika, sekaligus mengurangi potensi risiko lingkungan. “Daunnya cukup banyak, jadi harus rutin disapu agar terlihat rapi,” katanya.

Melalui sinergi antara RT, kelurahan, dan warga, upaya membangun lingkungan yang bersih, guyub, dan tangguh bencana di Kelurahan Sengkotek terus diperkuat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....