Tas Siaga Bencana Penting Lindungi Dokumen dan Keselamatan
- 16 Apr 2026 08:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — BPBD Kota Samarinda mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan individu melalui penyediaan tas siaga bencana. Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi dokumen penting dan kebutuhan dasar saat terjadi situasi darurat.
Subkoordinator Kesiapsiagaan BPBD Kota Samarinda, Ir. Hamzah saat menjadi narasumber obrolan SPADA Rabu, 15 April 2026 menekankan penempatan tas siaga harus mudah dijangkau agar dapat segera dibawa saat evakuasi.
“Tas siaga tadi, jadi ada barang-barang berharga kita di situ, surat-surat penting di situ. Nah, maka upayakan tas siaga bencana ini posisinya mudah terlihat dan mudah dibawa keluar,” ujarnya.
Saat bencana terjadi, prioritas utama adalah menyelamatkan diri ke lokasi aman. Tas siaga menjadi penunjang untuk membawa kebutuhan penting dalam waktu singkat.
“Karena kita saat terjadi bencana, baik itu kebakaran maupun longsor, segera selamatkan diri dulu. Keluar cari tempat yang aman, tempat terbuka yang terhindar dari potensi api dan bencana tadi,” katanya.
BPBD mengakui pemahaman masyarakat terkait tas siaga masih terbatas. Sebagian warga baru mengenal konsep tersebut, padahal manfaatnya besar dalam kondisi darurat.
“Jadi memang tas siaga ini buat beberapa orang ini baru asing, baru didengar. Padahal sebenarnya tas siaga ini adalah kampanye kami, BPBD khususnya untuk apabila terjadi bencana kita sudah punya persiapan kesiapsiagaan,” ucapnya.
Isi tas siaga mencakup dokumen penting dan kebutuhan dasar. Kelengkapan tersebut mempermudah proses pemulihan pascabencana.
“Nah, di dalam tas siaga bencana itu surat-surat penting, akta kelahiran, kemudian yang punya paspor, kemudian KTP, ijazah, semua disimpan di situ, buku nikah dan kalau ada perhiasannya simpan juga, amankan di situ dan sedikit uang,” katanya.
Uang tunai diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak saat bantuan belum tersedia. Selain itu, obat-obatan menjadi komponen penting, terutama bagi warga dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Karena kita berpikirnya negatif duluan, kalau terjadi bencana yang mohon maaf enggak ada yang bisa nolong, maka kita harus bisa menolong diri kita sendiri dengan adanya uang kita di situ, uang tunai, itu bisa untuk kebutuhan makan kita,” ujarnya.
“Obat-obatan penting banget. Biasanya apalagi yang punya penyakit, misalnya ada orang tua yang harus rutin minum obat, itu disiapkan memang di tas siaga bencana itu,” katanya.
BPBD menilai kendala utama terletak pada kemauan masyarakat untuk menyiapkan tas siaga. Persepsi repot dan anggapan bencana tidak akan terjadi masih sering ditemui.
“Mereka juga, ‘Aduh, Pak, repot lagi beli tasnya.’ Nah, saya bilang enggak. Tas siaga bencana itu enggak mesti harus tas yang dibeli. Tas yang ada di rumah aja,” katanya.
Penggunaan tas yang tersedia di rumah diperbolehkan selama praktis dan mudah dibawa. Beberapa warga bahkan memanfaatkan koper sebagai alternatif penyimpanan.
“Kalau saya di rumah itu koper yang saya biasa pakai travel. Kenapa koper? Karena saya bisa nyimpan ijazah saya di situ lebih rapi. Di dalamnya juga ada sedikit pakaian, kemudian surat-surat penting dan obat-obatan yang memang kalau misalnya emergency saya tinggal bawa koper itu,” ujarnya.
Manfaat tas siaga telah dirasakan langsung oleh korban bencana. Dokumen yang tersimpan aman mempermudah proses administrasi pascakejadian.
“Dan itu kejadian. Jadi kemarin begitu saya sosialisasi ini ada masyarakat yang cerita, ‘Iya Pak, saya sendiri sebagai korban itu dengan tas itu saya merasakan manfaatnya.’ Kalau misalnya bencana banjir itu barangnya rusak karena terendam, tapi masih bisa dilihat barang itu. Tapi kalau kebakaran habis, enggak ada tersisa,” katanya.
BPBD menegaskan penempatan tas siaga harus strategis dan mudah diingat untuk menghindari kelupaan saat panik. Pengamanan tambahan seperti kunci juga diperbolehkan selama tetap mudah diakses.
“Jadi alangkah baiknya posisikan tas siaga bencana ini yang menurut kita itu mudah kita lihat, mudah kita ingat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....