Kesiapsiagaan Bencana Harus Didukung Sarana Prasarana

  • 04 Feb 2026 06:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Kesiapsiagaan bencana di tingkat RT tidak hanya ditentukan oleh kesadaran warga, tetapi juga oleh ketersediaan serta pengelolaan sarana dan prasarana penunjang. Hal tersebut disampaikan Ketua RT 17 Kelurahan Sengkotek, Budi, dalam dialog program Kentongan RRI Pro 1 Samarinda yang membahas mitigasi bencana berbasis komunitas.

Budi mengatakan, hingga saat ini pengelolaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana di RT 17 masih berada di bawah tanggung jawab RT, meski ke depan akan terintegrasi dengan program Keluarga Tangguh Bencana (Katana). “Selama ini peralatan masih kami kelola atas nama RT, belum sepenuhnya mengatasnamakan Katana,” ujar Budi kepada RRI, seperti dikutip pada Rabu 4 Februari 2026.

Ia menjelaskan, bantuan sarana prasarana yang bersumber dari program Probebaya dirawat secara rutin agar selalu siap digunakan. Menurutnya, perawatan menjadi hal penting karena alat tersebut berfungsi utama dalam penanganan kebakaran. “Peralatan itu kami rawat betul-betul, dipanaskan secara berkala supaya sewaktu-waktu dipakai bisa langsung berfungsi,” ucapnya.

Budi menegaskan, kesiapan alat menjadi tanggung jawab bersama karena jika tidak dapat digunakan saat dibutuhkan, maka warga yang akan dirugikan. “Kalau sampai terjadi bencana tapi alatnya tidak bisa dipakai, tentu kami yang disalahkan. Jadi harus selalu siap siaga,” katanya.

Selain kesiapan peralatan fisik, RT 17 juga membangun sistem komunikasi internal untuk memastikan informasi dan peringatan dini dapat diterima seluruh warga. Sistem komunikasi tersebut dinilai cukup efektif dalam mendukung respons cepat saat terjadi situasi darurat.

Menurut Budi, komunikasi antarwarga saat ini mengandalkan pemanfaatan teknologi sederhana melalui grup aplikasi pesan instan. “Kami punya dua grup WhatsApp, satu grup warga dan satu grup wisma,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, setiap informasi atau imbauan dari kelurahan langsung diteruskan ke dalam grup tersebut. Dari sana, warga bersama-sama menentukan langkah lanjutan yang perlu dilakukan. “Kalau ada imbauan dari kelurahan, langsung kami bagikan. Kalau perlu dirapatkan, baru kami cari solusinya bersama,” ucapnya.

Budi menilai, pola komunikasi tersebut mampu mempercepat penyebaran informasi sekaligus memperkuat koordinasi antarwarga. Dengan sistem ini, tidak hanya peringatan dini yang cepat tersampaikan, tetapi juga keputusan bersama dapat segera diambil.

Ia berharap, ke depan dukungan peralatan dari BPBD maupun pemerintah kota dapat terus ditingkatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Menurutnya, peralatan yang tepat guna akan sangat membantu warga dalam melakukan penanganan awal sebelum bantuan skala besar tiba.

Melalui perawatan sarana prasarana yang konsisten dan komunikasi warga yang solid, RT 17 Kelurahan Sengkotek terus berupaya membangun lingkungan yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana secara mandiri dan terorganisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....