Healing Bersih Lingkungan, Cara Tenang Anak Muda Samarinda
- 31 Jan 2026 06:51 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Program SPADA (Selamat Pagi Teman Pro2) edisi 30 Januari 2026 pukul 09.30–10.00 menghadirkan obrolan ringan namun bermakna bersama Zaki Nur Fadhilah dari Divisi Penyuluhan UKM Bina Lingkungan UWGM. Dalam perbincangan tersebut, Zaki mengajak pendengar melihat makna healing dari sudut yang berbeda: bukan sekadar liburan, tapi juga aksi nyata menjaga lingkungan.
UKM Bina Lingkungan UWGM hadir dengan tujuan membina dan menjaga lingkungan sebagai investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Menurut Zaki, healing bisa dilakukan dengan cara sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Healing itu bisa jalan, ngobrol sama teman, atau healing sambil bersihin lingkungan. Anehnya, itu justru bikin hati jadi tenang,” ujar Zaki dalam siaran SPADA.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Zaki adalah kegiatan susur Sungai Karang Mumus sambil memungut sampah. Aktivitas itu bukan hanya soal membersihkan sungai, tetapi juga tentang menikmati momen-momen kecil di sekitar. “Pas nyusurin sungai sambil lihat aktivitas warga, ada nenek kakek yang sudah sepuh tapi sweet banget. Lihat hal-hal kayak gitu tuh bikin senang,” katanya.
Namun, di balik rasa tenang itu, ada juga perasaan yang mengusik. Zaki mengaku sering merasa kesal saat melihat orang masih membuang sampah sembarangan. “Kadang aku mikir, ini orang sengaja apa emang sudah biasa? Apalagi pas pertama kali naik kapal, aku mabuk air sampai muka pucat dan kunang-kunang,” tuturnya jujur, menggambarkan proses adaptasi yang tidak selalu nyaman.
Menariknya, Zaki mengakui bahwa dulu dirinya termasuk orang yang sangat tidak tahan melihat sampah. “Dulu aku gak bisa banget lihat sampah banyak, rasanya mual. Tapi sejak ikut UKM ini dan belajar pilah sampah, lama-lama jadi terbiasa. Sekarang malah chill aja,” ujarnya sambil tertawa. Perubahan itu menunjukkan bahwa kepedulian bisa tumbuh dari proses.
Dampak kegiatan ini juga dirasakan oleh banyak anak muda lain. Ada yang merasa jera setelah ikut karena fokus memungut sampah, namun tak sedikit yang justru ketagihan. “Ada kepuasan tersendiri ketika lihat lingkungan bersih,” kata Zaki. UKM Bina Lingkungan UWGM pun memiliki bank sampah yang aktif, dengan eksekusi rutin setiap Sabtu agar tidak terjadi penumpukan.
Tak berhenti di sana, UKM ini juga aktif melakukan pembinaan di sekolah-sekolah, seperti SMP 13 serta kegiatan bersama SD, SMP, dan SMA. Untuk anak-anak SD, pendekatan dilakukan lewat permainan edukatif berhadiah agar mereka tertarik memilah sampah sejak dini. Dari healing sambil bersih-bersih hingga edukasi lingkungan, obrolan di SPADA pagi itu menegaskan bahwa menjaga lingkungan juga bisa menjadi cara sederhana untuk menenangkan diri dan menumbuhkan kepedulian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....