Sekolah Rakyat Permanen Kaltim Berjalan Lancar Sesuai Target
- 24 Jan 2026 17:35 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan pembangunan sekolah rakyat permanen di Kalimantan Timur berjalan lancar tanpa kendala dan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak.
Ia mengatakan, seluruh proses persiapan di daerah khususnya kesiapan lahan, telah dipenuhi sesuai persyaratan yang ditentukan. “Dari sisi kesiapan lahan sudah kami siapkan sebagaimana yang disyaratkan oleh pemerintah pusat,” ujar Andi, kepada rri.co.id, Jumat 23 Januari 2026.
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah provinsi juga tengah menyelesaikan kelengkapan administrasi yang menjadi prasyarat sebelum pembangunan fisik dimulai. Setelah seluruh administrasi terpenuhi, pembangunan fisik akan dikontrak oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga mencatat adanya tujuh usulan pembangunan sekolah rakyat permanen yang masuk ke pemerintah pusat. Usulan tersebut terdiri dari satu usulan pemerintah provinsi dan enam usulan dari kabupaten/kota, yakni Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Samarinda, Penajam Paser Utara, Kabupaten Berau, dan Kota Bontang.
Dari enam usulan kabupaten dan kota, dua daerah telah dinilai oleh pemerintah pusat dan dinyatakan layak dari sisi lahan.
"Yang sudah dinilai dan siap lahannya itu Kota Bontang dan Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujar Andi.
Dengan demikian, bersama usulan pemerintah provinsi, terdapat tiga lokasi yang siap dilanjutkan ke tahap pembangunan sekolah rakyat permanen.
Sementara itu, untuk kesiapan penempatan gedung permanen, Andi menyebut Sekolah Rakyat Terpadu 58, baru bisa dipindahkan ke lokasi baru paling lambat pada 2027.
Sementara itu, untuk Sekolah Rakyat Terpadu 24 dan 57 yang berada di kawasan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) ditargetkan mulai pindah ke bangunan permanen pada Agustus 2026.
"Di Agustus tahun ini atau paling tidak di awal nanti pendidikan tahun ajaran baru itu mudah-mudahan sudah bisa menempati sekolah permanennya di Palaran," kata Andi.
Percepatan pembangunan sekolah rakyat permanen diharapkan mampu memperluas akses pendidikan dan memperkuat pemerataan layanan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....