Arus Balik Picu Antrean Kendaraan di Jembatan Mahkota II Samarinda

  • 26 Mar 2026 07:19 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Arus balik Lebaran memicu antrean kendaraan di sejumlah titik di Kota Samarinda dalam dua hari terakhir. Antrean paling panjang terpantau di kawasan Jembatan Mahkota II yang menjadi jalur keluar kendaraan menuju luar kota.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad, mengatakan kepadatan tersebut terjadi karena meningkatnya kendaraan yang meninggalkan Samarinda selama periode arus balik.

“Dalam dua hari terakhir memang terjadi lonjakan kendaraan keluar dari Kota Samarinda, sehingga terlihat antrean cukup panjang di beberapa titik,” kata La Ode, dikutip pada Kamis, 26 Maret 2026.

Ia mengungkapkan, kepolisian telah menempatkan personel di lapangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas di kawasan jembatan. Pos pengamanan juga disiapkan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan.

Pengamanan arus balik di wilayah Samarinda sendiri melibatkan sekitar 50 personel yang terdiri dari anggota Satlantas Polresta Samarinda dan jajaran Polsek.

Selain pengaturan lalu lintas, La Ode menambahkan, pihaknya juga menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional jika antrean kendaraan semakin padat. “Kalau arus dari Samarinda menuju luar kota terpantau padat, maka jalur itu yang kita prioritaskan. Dari sisi lain sementara kita tahan,” ujarnya.

Selain di kawasan jembatan, antrean kendaraan juga sempat terjadi di sekitar pusat perbelanjaan terbesar di Samarinda. Kepadatan kendaraan di kawasan tersebut dipicu meningkatnya jumlah pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan selama libur Lebaran.

“Antrean sempat cukup panjang karena banyak masyarakat yang ingin mengunjungi Big Mall, sementara akses masuknya terbatas,” kata La Ode.

Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, polisi menempatkan personel di sejumlah titik, termasuk di depan pusat perbelanjaan, kawasan sekolah di sekitar lokasi, serta di persimpangan lampu lalu lintas terdekat.

Sementara itu, selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam, jumlah kecelakaan lalu lintas di Samarinda masih relatif rendah. La Ode menyebut hingga saat ini baru tercatat empat kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.

“Untuk kejadian kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat di wilayah Samarinda baru empat kejadian,” ucapnya.

Jumlah tersebut hampir sama dengan periode Lebaran tahun lalu yang mencatat sekitar lima kejadian. Meski begitu, La Ode mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara, terutama bagi pengendara yang melakukan perjalanan jarak jauh selama arus balik.

“Kalau merasa lelah, sebaiknya beristirahat dan jangan memaksakan mengemudi dalam kondisi tidak prima,” kata La Ode, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....