Hari ke-12 Operasi Ketupat Mahakam, Aktivitas Arus Balik di Samarinda Meningkat

  • 25 Mar 2026 07:48 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Aktivitas arus mudik dan mobilitas masyarakat di Kota Samarinda tercatat meningkat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026. Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan hingga hari ke-12 pelaksanaan operasi, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Tepian masih kondusif.

“Alhamdulillah sampai hari ke-12 pelaksanaan Operasi Ketupat, situasi di Samarinda masih aman dan lancar. Kejadian menonjol mungkin hanya terkait peristiwa pembunuhan yang terjadi pada Sabtu, 21 Maret lalu,” kata Hendri saat mengikuti Zoom Meeting Anev Siskamtibmas Pelayanan Operasi Ketupat 2026 di Objek Wisata Samarinda Theme Park pada Selasa, 24 Maret 2026.

Di sisi lain, Hendri menyebut aktivitas masyarakat selama periode mudik tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terlihat dari pergerakan penumpang di sejumlah titik transportasi seperti terminal, bandara, hingga pelabuhan.

Menurut Hendri, jumlah bus serta penumpang yang keluar maupun masuk ke Kota Samarinda melalui terminal mengalami kenaikan dibandingkan 2025.

“Dari data statistik yang kami lihat, memang ada peningkatan aktivitas masyarakat dari tahun 2025 ke 2026, baik jumlah bus maupun penumpang di terminal,” kata dia.

Kondisi serupa juga terjadi di Bandara APT Pranoto serta pelabuhan di Samarinda. Pergerakan penumpang tercatat meningkat, baik masyarakat yang berangkat meninggalkan Samarinda maupun yang kembali ke kota tersebut.

Peningkatan juga terpantau di Pelabuhan Nusantara dan Pelabuhan Sungai Kunjang yang melayani perjalanan menuju wilayah Kutai Barat serta Mahakam Ulu.

Hendri menambahkan, puncak arus mudik sebelumnya diperkirakan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Namun, kebijakan work from anywhere yang diterapkan pemerintah membuat pola perjalanan masyarakat kemungkinan tidak terjadi dalam satu waktu bersamaan.

“Karena ada kebijakan work from anywhere, kemungkinan arus balik tidak menumpuk dalam satu hari. Puncaknya bisa terbagi dalam beberapa hari,” ujarnya.

Ia berharap kondisi tersebut dapat mencegah terjadinya lonjakan signifikan arus kendaraan maupun penumpang dalam waktu bersamaan.

“Semoga dalam beberapa hari ke depan pergerakan masyarakat tetap terbagi sehingga tidak terjadi lonjakan yang signifikan,” kata Hendri, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....