Keberangkatan Kedua Kapal Samarinda-Parepare, Angkut 1.794 Penumpang

  • 18 Mar 2026 08:48 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Keberangkatan kedua kapal rute Samarinda–Parepare dari Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, tercatat mencapai 1.794 penumpang. Jumlah ini menurun sekitar 10 persen dibanding keberangkatan sebelumnya.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda, Capt. Ridha Rengreng, mengatakan keberangkatan tersebut merupakan pelayaran kedua kapal KM Aditya tujuan Samarinda–Parepare.

“Ini keberangkatan kedua KM Aditya jurusan Samarinda–Parepare. Hari ini sekitar 1.794 penumpang dari kapasitas 1.800 kursi,” kata Ridha, Selasa, 17 Maret 2026.

Ia menjelaskan, jumlah penumpang pada keberangkatan kali ini menurun dibandingkan pelayaran sebelumnya. Penurunan tersebut diperkirakan terjadi karena puncak arus mudik melalui pelabuhan telah berlangsung lebih dulu.

Menurut Ridha, puncak arus mudik penumpang sudah terjadi pada keberangkatan sebelumnya.

“Kemarin memang puncaknya. Hari ini ada penurunan sekitar 10 persen,” ujarnya.

Ridha menambahkan, laporan sementara untuk keberangkatan berikutnya pada Rabu, 18 Maret 2026 juga menunjukkan jumlah penumpang yang belum terlalu padat.

Sebab, ia mengungkapkan, jumalah penumpang kapal Queen Soya yang dijadwalkan berangkat pada Rabu, baru sekitar 500 orang dari kapasitas 1.600 kursi.

Meski begitu, Ridha memastikan aktivitas mudik melalui Pelabuhan Samarinda akan tetap aman dan terkendali.

“Tahun ini sangat kondusif, aman, dan lancar. Kami juga bekerja sama dengan Polri, TNI, Pelindo, serta Forkopimda untuk memastikan pelayanan mudik berjalan baik,” kata Ridha.

(Plh) Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda, Capt. Ridha Rengreng. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Sebagai langkah antisipasi pada H-1 lebaran, ia mengungkapkan, KSOP Samarinda juga menyiapkan kapal cadangan yang melayani rute Samarinda-Parepare. Namun, kondisi arus penumpang dinilai masih dapat terakomodasi oleh kapal yang tersedia.

Sebab, Ridha menjelaskan, pelabuhan lain di Kalimantan Timur juga melayani rute serupa sehingga dapat membantu mengurai penumpang.

“Sebenarnya kita tetap menyiapkan kapal cadangan. Tapi ada juga kapal dari Bontang dan Balikpapan dengan tujuan Parepare sehingga bisa mengakomodir penumpang,” ujarnya.

Ia mencontohkan, penumpang dari wilayah Berau dapat memilih berangkat melalui Pelabuhan Bontang, sementara warga Penajam Paser Utara dapat menggunakan Pelabuhan Balikpapan.

Dengan skema tersebut, arus penumpang tidak terpusat di satu pelabuhan saja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....