Penumpang Kapal Samarinda-Parepare Naik 15 Persen saat Puncak Mudik Lebaran

  • 16 Mar 2026 08:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Jumlah penumpang kapal rute Samarinda–Parepare, Sulawesi Selatan, meningkat sekitar 15 persen pada puncak arus mudik Lebaran di Pelabuhan Samarinda, Minggu, 15 Maret 2026. Direktur Utama PT Bunga Teratai, Syahril Sarapping, mengatakan lonjakan penumpang terlihat pada keberangkatan kapal motor (KM) Prince Soya yang melayani rute tersebut.

“Jumlah penumpang hari ini ada sekitar 1.750 orang, jadi ada penambahan sekitar 15 persen,” ujarnya.

KM Prince Soya merupakan kapal milik PT Bunga Teratai yang melayani rute pelayaran Samarinda menuju Parepare. Kapal tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Samarinda pada Minggu siang untuk mengangkut pemudik menuju Sulawesi Selatan.

“Puncaknya memang hari ini,” kata Syahril.

Meski terjadi peningkatan jumlah penumpang pada hari ini, ia menilai secara umum jumlah pemudik tahun ini masih tergolong normal.

Menurut dia, jumlah penumpang tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, bahkan cenderung lebih rendah dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Normal saja, tidak juga lebih dan tidak juga kurang. Mungkin karena kondisi ekonomi sekarang naik turun,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian masyarakat kemungkinan memilih tetap berada di Samarinda sehingga jumlah pemudik tidak melonjak signifikan. Hal itu terlihat dari perbandingan jumlah penumpang yang menurutnya lebih tinggi pada tahun-tahun sebelumnya.

Selain keberangkatan pada Minggu, PT Bunga Teratai juga menyiapkan dua jadwal pelayaran tambahan dari Samarinda menuju Parepare pada pekan ini.

“Insyaallah masih ada dua kali lagi keberangkatan, yaitu hari Rabu dan Kamis,” kata Syahril.

Sementara itu, KM Prince Soya yang berangkat pada Minggu dijadwalkan kembali dari Parepare menuju Samarinda pada Selasa. Setelah tiba di Samarinda, kapal tersebut akan kembali melayani keberangkatan pemudik pada Rabu.

Direktur Utama PT Bunga Teratai, Syahril Sarapping. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Di sisi lain, tingginya jumlah penumpang membuat sebagian pemudik yang datang dari luar Samarinda harus menunggu keberangkatan di area pelabuhan. Beberapa di antaranya bahkan memilih bermalam di sekitar pelabuhan sebelum kapal diberangkatkan.

Menurut Syahril, penumpang memang tidak diperbolehkan langsung naik ke dalam kapal sebelum waktu keberangkatan.

“Kalau penumpang langsung dinaikkan ke kapal juga berbahaya, misalnya, merokok di dalam kapal bisa memicu kebakaran,” ujarnya.

Karena itu, para penumpang yang datang lebih awal diarahkan menunggu di ruang tunggu yang telah disediakan oleh Pelindo. Ruang tunggu tersebut dimanfaatkan oleh pemudik yang datang dari berbagai daerah sekitar Samarinda seperti Bontang, Sangatta, hingga wilayah Muara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....