Terminal Lempake Samarinda Siapkan 20 Bus Antisipasi Mudik Lebaran 2026
- 11 Mar 2026 08:13 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Terminal Lempake Samarinda yang berada di Jl. D.I. Panjaitan, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda menyiapkan sekitar 20 armada bus untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Meski begitu, aktivitas penumpang di terminal tipe B tersebut saat ini masih terpantau normal.
Koordinator Terminal Lempake Samarinda, Suharyanto, mengatakan pihak terminal akan membuka posko Lebaran untuk mendukung kelancaran arus mudik tahun ini.
“Posko Lebaran nanti dimulai tanggal 13 sampai 27, atau sekitar H-7 sampai H+7 Lebaran,” kata Suharyanto, saat ditemui di kantornya, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan, seluruh armada yang disiapkan berasal dari enam perusahaan otobus (PO) yang beroperasi di Terminal Lempake. Sebagian besar bus yang melayani penumpang merupakan bus berpendingin udara.
“Total ada sekitar 20 armada dari enam PO, rata-rata busnya sudah AC,” ucapnya.
Puluhan armada tersebut melayani rute utama dari Samarinda menuju Bontang dan Sangatta. Untuk rute Samarinda–Bontang tersedia sekitar 10 unit bus, sedangkan rute Samarinda–Sangatta disiapkan sekitar sembilan unit.
Suharyanto memastikan, tarif perjalanan juga masih tetap. Penumpang tujuan Samarinda–Bontang dikenakan tarif Rp50.000 untuk bus AC dan Rp40.000 untuk bus non-AC, meski armada non-AC kini hanya tersisa dua unit dan jarang beroperasi.
“Kalau tujuan Samarinda–Sangatta tarifnya Rp70.000 untuk AC. Non-AC Rp55.000, tapi itu juga jarang jalan,” kata dia.
Ia menambahkan, jadwal keberangkatan bus umumnya dimulai pada pagi hari. Bus pertama biasanya berangkat sekitar pukul 08.00 Wita, kemudian dilanjutkan pukul 09.30 Wita, pukul 12.00 Wita, dan keberangkatan terakhir sekitar pukul 15.00 Wita.
“Untuk tujuan Samarinda–Bontang maupun Samarinda–Sangatta jadwalnya kurang lebih sama, keberangkatan terakhir sekitar jam tiga sore,” uja Suharyanto.
.webp)
Suharyanto menyebut, peningkatan jumlah penumpang biasanya terjadi menjelang puncak arus mudik, terutama dua hari sebelum Lebaran. Pada periode tersebut jumlah penumpang dapat meningkat dibandingkan hari normal.
Pada kondisi puncak, terminal dapat melayani sedikitnya tujuh unit bus per hari. Dengan kapasitas sekitar 30 kursi per bus, jumlah penumpang bisa mencapai sekitar 210 orang per hari.
Selain itu, pihak terminal juga akan melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan menjelang masa arus mudik. Pemeriksaan atau ramp check dilakukan bersama sejumlah instansi terkait.
“Nanti ada ramp check dari kepolisian, Dinas Perhubungan provinsi, UPTD terminal, dan pengujian kendaraan dari pemerintah kota untuk memastikan bus layak jalan,” kata Suharyanto.
Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin mudik agar memanfaatkan transportasi umum karena dinilai lebih hemat dibandingkan moda transportasi lainnya.
“Kalau masyarakat ingin lebih hemat, sebaiknya menggunakan transportasi umum dari terminal,” ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....