Terminal Sungai Kunjang Siapkan 70 Bus Antisipasi Mudik Lebaran 2026

  • 07 Mar 2026 14:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pengelola Sub Terminal Sungai Kunjang di Kota Samarinda menyiapkan sekitar 70 unit bus untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang arus mudik Lebaran 2026. Armada tersebut disiapkan untuk melayani masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman menggunakan transportasi darat.

Koordinator Terminal Sungai Kunjang Samarinda, Eko Novianto, mengatakan puluhan armada itu merupakan bus yang masih aktif beroperasi. Sebagian di antaranya juga disiapkan sebagai armada cadangan apabila terjadi peningkatan jumlah penumpang saat puncak mudik.

“Kurang lebih ada 70 unit bus produktif yang kami siapkan. Armada cadangan juga tersedia untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat puncak arus mudik,” ujar Eko, saat ditemui di Terminal Sungai Kunjang, Jumat, 6 Maret 2026.

Menurut Eko, hingga awal Ramadan aktivitas penumpang di terminal masih tergolong normal. Belum terlihat peningkatan signifikan karena sebagian masyarakat biasanya baru melakukan perjalanan mendekati hari raya atau sekitar satu minggu sebelum Idul Fitri.

Ia menjelaskan, biasanya dalam kondisi normal jumlah bus yang berangkat dari terminal tipe B tersebut berkisar 20 hingga 30 unit per hari. Sementara, bus yang tiba rata-rata mencapai 20 sampai 25 unit setiap harinya.

Eko mengungkapkan, hingga saat ini rute yang paling banyak diminati penumpangh adalah dari Samarinda menuju Balikpapan. Meski begitu, terminal tersebut juga melayani berbagai trayek lain di wilayah Kalimantan Timur.

“Selain Balikpapan, kami juga melayani rute ke Kota Bangun, Melak, Kembang Janggut, Bongan, Samboja, Lempake, Bontang, Berau, Tenggarong, hingga Kabupaten Paser,” ujarnya.

Terminal Sungai Kunjang beroperasi mulai pukul 05.00 Wita hingga sekitar pukul 20.00 Wita. Puncak keberangkatan penumpang biasanya terjadi pada pagi hari.

Eko mengatakan banyak masyarakat memilih berangkat pada pagi hari sehingga aktivitas keberangkatan paling ramai terjadi sekitar pukul 06.30 hingga 07.00 Wita.

Sebelum bus berangkat, lanjutnya, petugas akan memastikan jumlah penumpang mencapai minimal 14 orang agar bisa menutupi biaya operasional perjalanan, terutama bahan bakar.

Jika jumlah penumpang belum mencukupi, petugas akan menunggu hingga kursi terisi. “Atau kalau penumpang belum mencapai jumlah minimal, biasanya pengemudi menunggu atau dialihkan ke jadwal berikutnya,” ujarnya.

Di samping menyiapkan armada, Eko mengatakan, pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check juga mulai dilakukan. Pemeriksaan ini dilakukan bersama kepolisian lalu lintas, Dinas Perhubungan, dan Jasa Raharja untuk memastikan keselamatan penumpang selama Mudik Lebaran 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....