DLHK Aceh Waspadai Potensi Karhutla di tengah Cuaca Tak Menentu

  • 20 Apr 2026 12:42 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh mengingatkan potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah Aceh.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran DLHK Aceh, Ikhlas, ST, MSc., mengatakan perubahan cuaca yang sulit diprediksi menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Fenomena cuaca yang tidak menentu ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk mengantisipasi berbagai dampak yang bisa terjadi, termasuk kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya dalam dialog Kentongan RRI, Selasa, 14 April 2026.

Ia menjelaskan, karhutla umumnya terjadi di kawasan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena mudah terbakar, terutama saat kondisi kering.

“Daerah gambut sangat rawan karena materialnya mudah terbakar. Ketika kering, api cepat menyebar dan sulit dipadamkan,” katanya.

Menurut Ikhlas, sejumlah wilayah di Aceh yang menjadi perhatian utama antara lain Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Selatan yang memiliki kawasan gambut cukup luas.

Selain faktor alam, aktivitas manusia juga menjadi penyebab utama terjadinya karhutla, khususnya pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Sering kali kebakaran terjadi akibat aktivitas masyarakat saat membuka lahan. Jika tidak diawasi, api bisa meluas dan sulit dikendalikan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, DLHK Aceh terus memperkuat pengawasan di lapangan dengan mengerahkan personel hingga tingkat tapak, serta mendorong peran aktif masyarakat.

“Peran masyarakat sangat penting. Kita dorong pembentukan Masyarakat Peduli Api dan Masyarakat Peduli Gambut sebagai garda terdepan pencegahan,” katanya.

Ikhlas juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap titik panas (hotspot) agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta lebih peduli terhadap lingkungan sekitar guna mencegah terjadinya bencana.

“Kita berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan agar risiko bencana bisa diminimalkan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....