Cuaca Ekstrim Redam Hotspot di Aceh, Jumlah Titik Panas Turun
- 04 Jul 2026 15:35 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh, mendeteksi jumlah titik panas (hotspot) mengalami penurunan dalam sehari. Berdasarkan data pemantauan terbaru, pada 3 Juli 2026 tercatat sebanyak 15 titik panas, sedangkan pada 4 Juli 2026 jumlahnya turun menjadi 13 titik.
Berdasarkan hasil pantauan Sensor MODIS Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIR, penurunan tersebut terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang diperkirakan turut memengaruhi berkurangnya kemunculan titik panas di sejumlah daerah.
Hal ini disampaikan Prakirawan BMKG, Dedi Ardana, Sabtu, 4 Juli 2026. Meski menunjukkan tren penurunan, masyarakat tetap diimbau untuk tidak lengah. Titik panas masih terpantau di beberapa wilayah, sehingga potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai, terutama apabila kondisi cuaca kembali kering dalam beberapa hari ke depan.
“Potensi titik panas yang terdeteksi hari ini terdapat di Subulussalam 5 titik, Aceh Singkil 4 titik Aceh Selatan 3 titik dan Nagan Raya 1 titik, dengan tingkat kepercayaan sedang atau berada pada zona kuning,” jelas Dedi.
Ia menambahkan, 15 titik panas yang terdeteksi pada Jum’at, 3 Juli 2026, terdapat di Aceh Utara sebanyak 8 titik, Bireun 4 titik, Aceh Timur, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam masing-masing terdapat 1 titik.
Meski beberapa wilayah di Aceh terdapat belasan titik panas, namun BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang terjadi dalam 3 hari terakhir. Sejumlah wilayah diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
“Kondisi cuaca tersebut tidak hanya berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, tetapi juga memberikan dampak terhadap berkurangnya titik panas akibat meningkatnya kelembapan dan curah hujan di sejumlah kawasan,” tambahnya.
Masyarakat juga diminta tetap mengikuti informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....