Titik Panas di Aceh Meningkat, BMKG Deteksi Sejumlah Zona Merah
- 07 Jul 2026 21:36 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh, mendeteksi jumlah titik panas (hotspot) mengalami peningkatan dalam sehari. Berdasarkan data pemantauan terbaru, pada 6 Juli 2026 tercatat sebanyak 12 titik panas, sedangkan pada 7 Juli 2026 jumlahnya melonjak drastis menjadi 100 titik.
Berdasarkan hasil pantauan Sensor MODIS Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIR, peningkatan tersebut terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan jumlah hotspot dalam waktu yang relatif singkat menjadi sinyal meningkatnya potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering di sejumlah daerah.
Hal ini disampaikan Prakirawan BMKG, Dedi Ardana, Selasa, 7 Juli 2026. Tidak hanya mengalami peningkatan dari sisi jumlah, BMKG juga mendeteksi bahwa beberapa titik panas tersebut telah masuk dalam kategori tingkat kepercayaan tinggi atau zona merah. Titik-titik dengan kategori ini mengindikasikan potensi kuat adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga memerlukan perhatian serta penanganan cepat dari instansi terkait.
“Peningkatan titik panas tersebut cenderung lebih dominan di Aceh Selatan, yaitu 49 titik, 5 titik diantaranya merupakan zona merah. 13 titik terdapat di Subulussalam dan 11 titik di Aceh Singkil,” ungkap Dedi.
Sebaran titik panas lainnya terdapat di daerah Gayo Lues terdir dari 6 titik, dengan 2 titik diantaranya zona merah. 4 titik panas berasal dari Bireun dan 3 titik panas di Aceh Besar yang berada di Zona kuning.
“Terdapat 2 titik yang tersebar di daerah Aceh Tengah, Aceh Timur, Lhokseumawe, Nagan Raya dan Pidie. 1 titik masing-masing di Aceh Barat dan Aceh Barat Daya,” jelas Dedi.
BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan titik panas secara berkala melalui satelit guna mendukung upaya mitigasi dan penanganan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di Aceh. Dihimbau seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.
Masyarakat juga diminta tetap mengikuti informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....