Suhu Udara di Aceh Meningkat, BMKG Deteksi 93 Titik Panas
- 20 Jul 2026 19:39 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya peningkatan signifikan jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada periode 18-19 Juli 2026. Dalam kurun waktu satu hari, jumlah hotspot meningkat dari 24 titik menjadi 93 titik, sehingga menjadi perhatian mengingat kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Prakirawan BMKG, Fitriana Nur, mengatakan, pada 18 Juli, BMKG mendeteksi sebanyak 24 titik panas yang seluruhnya berada pada kategori zona kuning atau tingkat kepercayaan sedang (siaga). Sebaran hotspot didominasi oleh Kabupaten Aceh Barat dengan 12 titik, disusul Kabupaten Nagan Raya sebanyak 7 titik, Kabupaten Aceh Jaya sebanyak 3 titik, serta masing-masing 1 titik di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Gayo Lues.
“Sehari kemudian, tepatnya pada 19 Juli hingga pukul 24.00 WIB, hasil pemantauan menunjukkan lonjakan jumlah hotspot menjadi 93 titik. Berdasarkan tingkat kepercayaannya, hotspot tersebut terdiri atas 5 titik berstatus zona merah, 87 titik zona kuning, dan 1 titik zona hijau,” ungkapnya, Senin 20 Juli 2026.
Sebaran titik panas pada 19 Juli, jelasnya, paling banyak ditemukan di Kabupaten Aceh Barat dengan 27 titik, diikuti Kabupaten Aceh Selatan sebanyak 16 titik, Kabupaten Nagan Raya sebanyak 12 titik. Terdapat juga 10 titik panas masing-masing di Kabupaten Aceh Jaya dan Kabupaten Pidie, Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Singkil masing-masing 5 titik, Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Bireuen masing-masing 3 titik, serta Kota Lhokseumawe sebanyak 2 titik.
“Dari lima hotspot yang berstatus zona merah, 2 titik berada di Kabupaten Nagan Raya, 2 titik di Kabupaten Pidie, dan 1 titik di Kabupaten Gayo Lues,” tambah Fitriana.
Menurutnya, hotspot diklasifikasikan ke dalam tiga tingkat kepercayaan, yaitu zona hijau dengan tingkat kepercayaan rendah, zona kuning dengan tingkat kepercayaan sedang atau siaga, dan zona merah dengan tingkat kepercayaan tinggi. Hotspot yang telah mencapai zona merah mengindikasikan kemungkinan yang tinggi bahwa anomali panas yang terdeteksi satelit berkaitan dengan kejadian kebakaran di lapangan.
Memasuki musim kemarau, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Diperlukan kewaspadaan bagi masyarakat untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan masyarakat di wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....