Waspada Preeklamsia, Silent Killer pada Ibu Hamil

  • 02 Sep 2026 13:34 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Preeklamsia menjadi salah satu komplikasi serius pada kehamilan yang dapat mengancam keselamatan ibu dan janin. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah setelah usia kehamilan 20 minggu.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Hermina Banda Aceh, dr. Shintya Habibie, Sp.OG., mengatakan preeklamsia dapat disertai protein dalam urine dan gangguan fungsi organ. Kondisi tersebut perlu dikenali dan ditangani sejak dini agar tidak berkembang menjadi komplikasi berat.

“Preeklamsia merupakan komplikasi serius dalam kehamilan,” kata dr. Shintya dalam Dialog Asokaya RRI Pro 4 Banda Aceh, Sabtu 22 Agustus 2026.

Menurutnya, preeklamsia memiliki banyak faktor risiko, di antaranya usia ibu terlalu muda atau lebih dari 35 tahun, obesitas, jarak kehamilan terlalu dekat, serta riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya. Risiko juga meningkat pada ibu yang memiliki penyakit penyerta, kondisi tersebut antara lain hipertensi, diabetes, penyakit autoimun seperti lupus, serta gangguan tiroid.

dr. Shintya menjelaskan, preeklamsia dapat berkembang menjadi eklamsia jika tidak ditangani, eklamsia ditandai dengan kejang akibat komplikasi pada otak dan dapat mengancam nyawa ibu serta janin. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain tekanan darah tinggi, sakit kepala hebat, pandangan kabur, dan nyeri ulu hati, pembengkakan pada wajah dan tangan yang tidak membaik setelah beristirahat juga perlu segera diperiksa.

Ia menegaskan, preeklamsia dapat terjadi tanpa gejala yang jelas, karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi peningkatan tekanan darah sejak awal, dan ia meminta ibu hamil tidak menunggu munculnya keluhan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. “Yang berbahaya itu yang silent, yang tidak ada gejala,” ujar dr. Shintya.

Preeklamsia juga dapat menimbulkan komplikasi pada berbagai organ tubuh. Dampaknya dapat berupa gangguan otak, edema paru, kerusakan hati, hingga gangguan fungsi ginjal. Sementara pada janin, gangguan aliran darah dari ibu ke plasenta dapat menyebabkan kekurangan oksigen, kondisi tersebut berisiko menyebabkan pertumbuhan janin terhambat, berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, hingga kematian janin dalam kandungan.

Pentingnya persiapan sebelum kehamilan atau prakonsepsi, maka ibu dianjurkan mengendalikan berat badan, tekanan darah, dan kadar gula darah sebelum merencanakan kehamilan. Selama kehamilan, ibu juga perlu menerapkan pola hidup sehat, pola makan seimbang, pembatasan makanan tinggi garam dan makanan ultra-proses, tidur cukup, serta olahraga ringan dianjurkan sesuai kondisi kehamilan.

Ia menyebut olahraga ringan seperti berjalan kaki dan senam hamil dapat dilakukan sekitar tiga hingga empat kali dalam sepekan, durasi olahraga sekitar 30 menit dengan menyesuaikan kondisi masing-masing ibu. Preeklamsia tidak selalu berakhir dengan persalinan prematur, jika tekanan darah terkendali dan tidak terdapat komplikasi berat, kehamilan dapat dipertahankan hingga cukup bulan berdasarkan pemantauan dokter.

Namun, apabila muncul komplikasi seperti eklamsia atau sindrom HELLP, dokter dapat mempertimbangkan persalinan lebih awal, keputusan tersebut dilakukan berdasarkan kondisi ibu dan janin. Untuk mencegah komplikasi, ibu hamil diminta rutin menjalani pemeriksaan antenatal.

Tenaga kesehatan juga diharapkan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan memberikan edukasi apabila ditemukan faktor risiko. dr. Shintya berharap agar ibu hamil meningkatkan kewaspadaan, meskipun ibu merasa sehat, preeklamsia bahkan dapat muncul setelah persalinan dalam periode tertentu, sehingga pemantauan kondisi ibu tetap diperlukan selama masa nifas.

Ia mengajak ibu hamil segera mencari pertolongan apabila mengalami sakit kepala hebat, pandangan kabur, nyeri perut bagian kanan atas atau ulu hati, serta penurunan gerakan janin. Penanganan cepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih berat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....