Hipertensi, Si Pembunuh Senyap yang Mengintai Satu dari Tiga Orang Indonesia
- 21 Jun 2026 15:10 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Hipertensi sering disebut sebagai “Si Pembunuh Senyap”, atau the Silent Killer. Hal ini karena sekitar 80% hingga 90% penderita hipertensi tidak merasakan gejala apa pun pada fase awal.
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dokter Chairatu Sadrina Djeni, Sp.JP, FIHA, mengatakan bahwa banyak orang baru menyadari mereka mengidap hipertensi setelah muncul komplikasi serius pada organ tubuh lain. “Hanya 10% hingga 20% penderita yang merasakan gejala umum seperti sakit kepala atau nyeri leher saat tekanan darah sedang melonjak,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 16 Mei 2026.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari Kemenkes 2018, sebanyak 34% orang Indonesia mengalami hipertensi, yaitu 1:3. “Itu artinya 1:3, satu dari tiga orang Indonesia mengalami hipertensi,” lanjutnya.
Faktor hipertensi sendiri terbagi dua, yaitu hipertensi primer sebanyak 95% kasus hipertensi yang murni dipengaruhi oleh genetic dan gaya hidup yang tinggi konsumsi natrium/garam. Kemudian ada juga hipertensi sekunder sebanyak 5% kasus, yang berasal dari penyakit lain atau efek samping obat-obatan tertentu.
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan memicu penyumbatan. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah gagal ginjal, stroke, serangan jantung dan gagal jantung.
Untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi, kamu perlu membatasi asupan garam harian, yaitu maksimal 1 sendok teh per hari. Kemudian, olahraga secara rutin, jaga berat badan ideal, berhenti merokok, dan menjaga pola makan yang baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....