Hipertensi Ancam Generasi Muda, Dokter Imbau Rutin Cek Tekanan Darah
- 20 Mei 2026 11:46 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Hipertensi kini tidak lagi identik dengan penyakit usia lanjut. Perubahan pola hidup dan pola makan membuat generasi muda semakin rentan mengalami tekanan darah tinggi.
Dokter spesialis jantung dr. Chairatu Sadrina Djeni, Sp. JP, FIHA., mengatakan, hipertensi kerap dijuluki sebagai “silent killer” atau pembunuh senyap karena sebagian besar penderitanya tidak merasakan gejala pada tahap awal.
Dalam dialog Klinik Angkasa di Radio Republik Indonesia Banda Aceh, Sabtu 16 Mei 2026, Chairatu menjelaskan sekitar 80 hingga 90 persen penderita hipertensi tidak menyadari kondisi yang dialaminya hingga muncul komplikasi serius.
“Gejala biasanya baru dirasakan ketika sudah terjadi gangguan pada organ tubuh seperti jantung, ginjal, atau bahkan stroke,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi hipertensi di Indonesia masih berada di kisaran 30 persen. Artinya, satu dari tiga orang memiliki risiko mengalami tekanan darah tinggi.
Menurut Chairatu, perubahan pola makan menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus hipertensi pada usia muda. Konsumsi makanan tinggi natrium, seperti makanan cepat saji dan camilan kemasan, dinilai berkontribusi besar terhadap peningkatan tekanan darah.
Selain pola makan, faktor genetik atau riwayat keluarga juga menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
Ia mengimbau masyarakat mulai usia 18 tahun untuk rutin memeriksa tekanan darah secara berkala. Sementara bagi masyarakat usia di atas 40 tahun, pemeriksaan dianjurkan minimal satu kali dalam setahun.
“Deteksi dini sangat penting agar hipertensi dapat dikendalikan sebelum menimbulkan komplikasi berat,” katanya.
Chairatu menambahkan, berdasarkan pedoman terbaru Eropa tahun 2024, tekanan darah sistolik di atas 130 mmHg sudah masuk kategori hipertensi.
Karena itu, ia mengajak masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi garam, serta berhenti merokok guna menekan risiko hipertensi sejak usia muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....