Dokter Jantung Ingatkan Hipertensi Bisa Menyerang tanpa Gejala
- 20 Mei 2026 11:50 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat karena sering kali muncul tanpa gejala hingga memicu komplikasi berat seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Chairatu Sadrina Djeni, Sp. JP, FIHA., mengatakan, sekitar 80 hingga 90 persen penderita hipertensi tidak merasakan tanda-tanda khusus pada fase awal penyakit.
“Hipertensi disebut sebagai silent killer atau pembunuh senyap karena sebagian besar penderita tidak menyadari tekanan darahnya tinggi sampai terjadi komplikasi,” ujarnya dalam dialog Klinik Angkasa di Radio Republik Indonesia Banda Aceh, Sabtu, 16 Mei 2026.
Chairatu menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi hipertensi di Indonesia masih tergolong tinggi, yakni sekitar 30 persen. Artinya, satu dari tiga orang mengalami tekanan darah tinggi.
Menurutnya, hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari faktor genetik, pola makan tinggi garam, obesitas, kurang aktivitas fisik, hingga stres berkepanjangan.
“Garam menjadi salah satu faktor terbesar. Banyak orang hanya mengurangi garam dapur, padahal makanan olahan dan jajanan juga mengandung natrium tinggi,” katanya.
Ia menambahkan, rekomendasi terbaru menyebut tekanan darah sistolik di atas 130 mmHg sudah masuk kategori hipertensi dan perlu mendapat perhatian medis.
Chairatu mengingatkan, hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak lapisan pembuluh darah dan memicu penyumbatan di berbagai organ tubuh.
“Secara global, sekitar sembilan juta kematian per tahun berkaitan dengan hipertensi. Separuhnya akibat stroke dan separuh lainnya akibat serangan jantung,” ucapnya.
Karena itu, masyarakat diimbau rutin memeriksa tekanan darah, terutama bagi usia di atas 40 tahun, minimal satu kali dalam setahun.
“Deteksi dini sangat penting agar hipertensi bisa dikendalikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih berat,” katanya.
Selain rutin memeriksakan tekanan darah, masyarakat juga dianjurkan menerapkan pola hidup sehat dengan membatasi konsumsi garam, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, serta menghindari kebiasaan merokok guna menekan risiko hipertensi sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....