Obat Hipertensi Aman Dikonsumsi Jangka Panjang

  • 20 Mei 2026 11:57 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Masyarakat diminta tidak takut mengonsumsi obat hipertensi secara rutin karena obat tersebut telah melalui proses penelitian yang panjang dan aman digunakan selama sesuai anjuran serta pengawasan dokter.

Dokter spesialis jantung dr. Chairatu Sadrina Djeni, Sp. JP, FIHA., menegaskan, penghentian obat hipertensi secara sepihak justru berbahaya karena dapat memicu lonjakan tekanan darah secara tiba-tiba.

“Banyak pasien berhenti minum obat saat tekanan darah sudah normal. Padahal tekanan darah normal itu terjadi karena obatnya bekerja,” ujarnya dalam dialog Klinik Angkasa di Radio Republik Indonesia Banda Aceh, Sabtu, 16 Mei 2026.

Chairatu menjelaskan, hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, namun dapat dikendalikan dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup yang sehat.

Menurutnya, hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti gagal ginjal, serangan jantung, hingga stroke.

Ia menyebut, secara global hipertensi menyebabkan sekitar sembilan juta kematian setiap tahun. Separuh kasus disebabkan stroke, sementara separuh lainnya akibat serangan jantung.

Chairatu juga menyoroti masih adanya anggapan di masyarakat bahwa obat hipertensi dapat merusak ginjal. Menurutnya, pemahaman tersebut keliru.

“Justru tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat mempercepat kerusakan ginjal dan meningkatkan risiko pasien harus menjalani cuci darah,” katanya.

Ia menekankan, pengendalian hipertensi dapat dimulai dari pola hidup sehat, salah satunya dengan membatasi konsumsi garam maksimal satu sendok teh per hari.

Selain itu, masyarakat dianjurkan rutin berolahraga dengan intensitas sedang selama 30 hingga 60 menit sebanyak tiga hingga lima kali dalam sepekan.

“Olahraga membantu menurunkan hormon stres, melatih kerja jantung, dan menjaga elastisitas pembuluh darah,” ujarnya.

Chairatu juga mengingatkan masyarakat Aceh untuk mewaspadai pola makan tinggi natrium, termasuk kebiasaan mengonsumsi kuah masakan secara berlebihan yang umum dalam keseharian.

Menurutnya, kesadaran untuk rutin memeriksa tekanan darah menjadi langkah paling sederhana namun penting untuk mencegah komplikasi hipertensi yang lebih berat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....