Mengenal Hipertensi Sekunder, Ancaman Darah Tinggi Mendadak pada Usia Muda
- 08 Jun 2026 16:22 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Hipertensi atau tekanan darah tinggi selama ini identic sebagai penyakit yang hanya menyerang kelompok usia lanjut. Namun, saat ini tren menunjukkan semakin banyak remaja dan dewasa mudah di bawah usia 40 tahun yang terdiagnosis mengalami tekanan darah tinggi.
“Lazimnya, hipertensi esensial, muncul pada usia 40-an. Dipengaruhi oleh faktor genetic, usia, dan lifestyle seperti kurang olahraga, diet yang tidak benar dan merokok. Namun, bisa juga usia 18 atau 20 mengalami hipertensi, tekanan darahnya melonjak tajam dan drastic,”
Jadi, berbeda dengan hipertensi esensial (alami karena faktor usia dan genetic di atas 40 tahun), hipertensi pada usia muda sering naik secara mendadak dan dangat tinggi, sehingga sangat rawan memicu stroke mendadak atau kebutaan.
Kasus hipertensi pada anak muda ini mayoritas merupakan hipertensi sekunder, yaitu adanya penyakit atau kondisi medis lain di dalam tubuh yang menjadi pemicu. Diantaranya karena faktor obesitas ekstem, gangguan ginjal, dan masalah hormonal
Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darah sistoliknya di atas 130 mmHg dan diastoliknya di atas 80 mmHg. Untuk hipertensi Stasium 1 di bawah 160 mmHg, tanpa komplikasi seperti stroke, serangan jantung atau gangguan ginjal, maka penanganan pertama dilakukan dengan memperbaiki gaya hidup selama 3 bulan.
“Perbaiki lifestyle, dengan konsumsi makanan sehat, kurangi gula, garam, dan imbangi dengan olahraga, namun hindari olahraga yang weight bearing dan kompetisi seperti basket, bola, atau tenis,” lanjutnya.
Jika dalam 3 bulan target penurunan darah belum tercapai, atau jika pasien berada di stadium 2 atau memiliki komplikasi, maka bantuan obat-obatan dari dokter diperlukan.
.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....