Penyakit Saraf Kejepit dan Olahraga, Boleh atau Tidak
- 12 Des 2025 17:46 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Tidak asing lagi ditelinga kita atau kita sering mendengar tentang penyakit saraf kejepit. Saraf kejepit adalah suatu kondisi dimana jaringan disekitar saraf yang meliputi otot, tulang atau jaringan ikat memberikan tekanan yang lebih sehingga menimbulkan rasa nyeri.
dr. T. Ona Arief, Sp.N, AIFO K selaku Dokter Spesialis Saraf, Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis yang bertugas di Klinik Bunda Thamrin Banda Aceh mengatakan, kebanyakan masyarakat luas memahami bahwa saraf kejepit itu sering terjadi nyeri dipinggang. “ Nah dalam kondisi ini dapat dikategorikan dua nyeri yaitu nyeri yang disebabkan oleh otot dan nyeri yang disebabkan oleh saraf kejepit”, ujarnya dalam perbincangan bersama RRI, Sabtu (22/11/2025).
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk mengenal nyeri tersebut dapat diambil kesimpulan, jika nyeri dipinggang disebabkan karena otot maka nyeri akan dirasakan di sekitar diotot saja dan tidak kemana-mana. Namun nyeri pada saraf kejepit seperti pemahaman masyarakat, nyeri dipinggang menjalar ke paha, bokong, betis bahkan menjalar sampai ke ujung kaki, seperti kita ketahui bahwa saraf itu ada di seluruh tubuh kita, dari ujung kepala sampai ujung kaki dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
” Jadi jika ada salah satu tulang belakang kita ada yang kejepit atau bergeser atau menyempit sehingga menyenggol saraf-saraf disekitarnya, maka timbulah sensasi rasa seperti nyeri menjalar, disertai rasa kebas, kesetrum bahkan terasa seperti di siram air cabe, kondisi seperti ini yang dikatakan penderita saraf kejepit di sebabkan karena ada saraf yang tersenggol atau bergeser, atau tulang belakang ada kelainan baik dari trauma benturan, atau karena obesitas atau faktor lainnya”, terang dr.T. Ona Arief.
Gejala awal yang dirasakan oleh penderita biasanya nyeri pinggang biasa namun dibiarkan sehingga nyerinya akan menjalar, maka dari itu perlu deteksi dini dan konsultasikan ke doter tentang nyeri pinggang tersebut agar mendapatkan terapi dan penanganan yang tepat. Penyebab nyeri pinggang dapat berupa trauma baik karena benturan jatuh kepeleset di kamra mandi, jatuh saat berolahraga, atau dengan faktor lain seperti kelamaan duduk, jarang melakukan peregangan otot, mengangkat atau mendorong benda yang berat.
Masyarakat memiliki pemahaman bahwa jika sudah terkena penyakit saraf kejepit, olahraga harus dihentikan, sebagian orang lagi tetap melakukan olahraga tanpa tahu akan risikonya, namun ada pertanyaan bolehkah penderita saraf kejepit bisa berolahraga? Pada dasarnya olahraga itu baik bagi tubuh agar tetap sehat dan bugar, dan bagi penderita saraf kejepit olahraga tetap boleh dilakukan asalkan tidak memicu tekanan pada saraf yang bermasalah.
Pada penderita nyeri pinggang boleh untuk berolahraga namun setiap orang beda-beda menahan rasa nyerinya, sejauh mana sarafnya kejepit makanya perlu disesuaikan dan konsultasi untuk mendapatkan edukasi dan olahraga yang tepat. Dan dokter menyarankan bagi penderita nyeri pinggang untuk beraktivitas fisik seperti berenang, jalan kaki, peregangan ringan.
Beberapa aktivitas fisik yang tidak boleh dilakukan karena dapat memperparah nyeri pinggang seperti:
· Angkat beban berat
· Lari dengan jarak jauh
· Hindari memutar pinggang secara mendadak
· Hindari duduk terlalu lama
· Melompat-lompat yang intens
· Olahraga fisik
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....