Tenangkan dengan Pelukan, Tips Hadapi Tantrum Anak Autis

  • 03 Jun 2026 13:02 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Menerima kenyataan bahwa buah hati terdiagnosis berkebutuhan khusus bukanlah perjalanan yang mudah bagi orang tua mana pun. Prof. Dr. Iskandari Abdul Samad, S.Pd., M.A. App.Ling, seorang akademisi sekaligus ayah dari Muhammad Bilal, seorang penyandang autism, mengatakan bahwa kesalahpahaman terbesar dalam masyarakat adalah anggapan bahwa autism adalah penyakit.

“Autisme itu bukan penyakit, melainkan sebuah spektrum yang berkaitan dengan sistem saraf. Karena ini bukan penyakit, maka penanganannya berbeda dengan penyakit. Kalau penyakit diberikan obat akan sembuh, kalau autism butuh proses dan berbagai pendekatan,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Minggu 26 April 2026.

Karena autism tidak bisa disembuhkan secara instan, beberapa penanganan yang dilakukan berupa terapi terpadu, mulai dari terapi wicara hingga terapi okupasi untuk menstimulasi sensorik anak. Kemudian memberikan dukungan medis dan nutrisi, serta pendekatan spriritual sebagai penguat mental dan batin bagi keluarga.

Beberapa ciri yang bisa diwaspadai jika anak terlihat minimnya kontak mata saat dipanggil, adanya gerakan repetitive seperti suka berputar-putar, sensitive terhadap suara tertentu atau emosi yang tidak beraturan, serta adanya keterlambatan bicara (speech delay). Autisme sendiri memiliki tingkatan yang berbeda, mulai dari high function (anak yang cenderung jenius atau memiliki bakat khusus/gifted), middle function (menengah), hingga low function yang membutuhkan penanganan yang lebih berat.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa berkomunikasi dengan anak autis membutuhkan kesabaran yang ekstra. Gunakan kalimat yang pendek, lambat, dan pilihan yang sederhana agar tidak membuat mereka bingung.

Tantangan lain adalah Ketika anak autis trantrum yang biasanya dipicu oleh rasa frustasi karena gagal menyampaikan apa yang dirasakan. Dalam situasi ini, ia menyarankan orang tua untuk memberikan pelukan hangat. “Peluk dia melalui sentuhan dada ke dada, lalu ajak menarik nafas. Itu akan meredakan emosinya dalam beberapa menit. Dan jangan pernah memukulnya karena hanya akan membuat sang anak semakin stress dan depresi,” ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....