DPRK Sabang Soroti Rencana Kehadiran Indomaret
- 16 Sep 2026 20:58 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Rencana kehadiran retail modern berjaringan skala nasional Indomaret di Kota Sabang mendapat perhatian dari DPRK Sabang, terutama terkait dampaknya terhadap keberlangsungan usaha kecil dan UMKM lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat DPRK Sabang bersama Aliansi Retail Kota Sabang terkait rencana pemberian izin retail berjaringan di Ruang Gabungan Komisi DPRK Sabang, Rabu 16 September 2026.
RDP turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Sabang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dinas Perindagkop dan UMKM, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Bappeda Kota Sabang.
Ketua Komisi IV Muhammad Ridwan menilai rencana kehadiran retail berjaringan Indomaret perlu dikaji dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan keberadaan pelaku usaha lokal. Ia khawatir kekuatan modal jaringan retail nasional raksasa itu dapat mempengaruhi keberlangsungan pedaganag eceran, warung, toko kecil dan UMKM masyarakat.
"Sumatera Barat yang begitu luasnya saja tidak menerima ada Indomaret, masa Sabang yang secuil ini harus ada Indomaret," ujarnya.
Ia juga mempertanyakan dasar regulasi yang menjadi pijakan apabila jaringan retail modern akan diberikan ruang beroperasi di Sabang. Menurutnya, pemerintah perlu memiliki aturan yang jelas sebelum memberikan izin.
"Sabang ini kecil. Syaratnya saja harus ada perda, perwal untuk pedagang berjaring belum ada. Ngapain dipaksakan," katanya.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesiapan UMKM menghadapi persaingan. Perbedaan kekuatan modal antara usaha kecil milik masyarakat dan jaringan retail nasional juga perlu menjadi pertimbangan.
Ia mengingatkan kemungkinan masuknya jaringan retail nasional lain apabila satu jaringan diberikan ruang beroperasi di Sabang. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi melalui kebijakan yang jelas.
"Bila hari ini kita memberi peluang bagi Indomaret, mungkin besok masuk Alfamart, lusa masuk Circle K. Dipastikan retail berjaringan tingkat nasional akan menjamur di Kota Sabang," katanya.
Dampak terhadap UMKM juga menjadi perhatian Ketua Komisi IV. Ia menilai keberadaan warung dan toko kecil berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehingga perlu menjadi pertimbangan pemerintah sebelum mengambil keputusan.
Ia kemudian mempertanyakan tingkat kebutuhan terhadap jaringan retail nasional di Sabang jika kebutuhan masyarakat masih dapat dilayani pelaku usaha lokal.
"Pertanyaan terakhir, seurgent manakah Indomaret di Kota Sabang?" ujarnya.
Meski menyatakan keberatan terhadap rencana tersebut, Ketua Komisi IV tetap mendorong pelaku UMKM Sabang meningkatkan daya saing. Upaya itu dapat dilakukan melalui peningkatan pelayanan, tata kelola usaha, kualitas produk dan pemasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....