DPRK Sabang Tampung Aspirasi Pedagang Tolak Indomaret
- 16 Sep 2026 16:42 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - DPRK Kota Sabang menampung aspirasi Aliansi Pedagang Retail di Kota Sabang, yang meminta perlindungan terhadap usaha lokal menyusul rencana kehadiran jaringan retail modern Indomaret di Kota Sabang.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat atau RDP di Ruang Gabungan Komisi DPRK Sabang, Rabu 16 September 2026. Pertemuan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Sabang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dinas Perindagkop dan UMKM, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Bappeda Kota Sabang.
Ketua DPRK Sabang Magdalaina mengatakan para pedagang meminta pemerintah daerah mempertimbangkan dampak kehadiran jaringan retail modern terhadap keberlangsungan toko dan kios lokal.
"Mereka meminta perlindungan terhadap nasib mereka. Mereka juga meminta agar pemerintah kota menolak hadirnya swalayan modern di daerah kita," kata Magdalaina.
Menurut Magdalaina, DPRK akan mengawal aspirasi tersebut melalui fungsi pengawasan dan menyampaikannya kepada Pemerintah Kota Sabang sebagai bahan pertimbangan dalam menyikapi rencana investasi tersebut.
"Ini adalah suara masyarakat yang harus kita lebih dengar. Kita tahu bagaimana masyarakat kita kehidupannya hari ini," ujarnya.
Ia menyebut pedagang lokal selama ini memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama sandang dan pangan. Karena itu, keberadaan jaringan retail modern dinilai perlu dikaji agar tidak berdampak terhadap usaha kecil yang telah berkembang di Sabang.
"Yang dipertahankan dan disuarakan oleh toko-toko kecil dan kios ini adalah sandang dan pangan. Itu harus dibedakan," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Sabang Indra Nasution mengatakan karakteristik Sabang sebagai daerah kepulauan perlu menjadi pertimbangan dalam mengkaji rencana kehadiran jaringan retail modern.
Ia menyebut kondisi jumlah penduduk, pasar, serta mobilisasi masyarakat di Sabang berbeda dengan daerah lain. Karena itu, aspek kebutuhan masyarakat dan kondisi ekonomi lokal perlu dilihat bersama sebelum mengambil keputusan.
"Secara regulasi tentu kami akan pelajari lebih lanjut. Ini investasi juga. Kita tidak bisa serta-merta menolak, tapi kita cari bagaimana supaya ini betul-betul, apakah kita butuh hal-hal seperti ini. Itu yang harus kita kaji," kata Indra.
Indra menambahkan, pembahasan juga perlu melihat jenis barang yang akan dijual serta potensi persinggungannya dengan produk dan kebutuhan yang selama ini disediakan pedagang lokal.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kota Sabang Andri Nourman mengatakan Pemerintah Kota Sabang bersama DPRK telah mendengarkan keresahan para pelaku usaha retail lokal.
Andri menjelaskan proses perizinan usaha dilakukan melalui sistem dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Pemerintah daerah juga perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat dalam pembahasan rencana investasi tersebut.
"Keresahan dari masyarakat ini juga menjadi bagian penting bagi kita, DPRK mungkin juga Pemerintah Kota Sabang, dalam menjamin kelangsungan ekonomi yang terjadi di Sabang saat ini," kata Andri.
Ia mengatakan pemerintah bersama DPRK akan membahas berbagai kemungkinan kebijakan yang dapat ditempuh untuk merespons aspirasi pedagang retail lokal.
"Mungkin diskusi lebih lanjut, juga kita melihat bersama apa-apa saja yang memungkinkan kita berikan perlindungan bagi masyarakat kita, terutama sekali yang tergabung dalam Aliansi Retail ini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Aliansi Retail Kota Sabang Hengki, S.T. mengatakan pihaknya tidak menolak investasi yang masuk ke Sabang. Menurutnya, karakter Sabang sebagai daerah kepulauan dengan jumlah penduduk dan pasar yang terbatas perlu menjadi pertimbangan sebelum kebijakan ditetapkan.
"Bagi kami, persoalannya bukan apakah Indomaret boleh berusaha atau tidak. Persoalannya adalah apakah pola perdagangan yang kita bangun ke depan akan semakin memperkuat ekonomi masyarakat Sabang dan Aceh, atau justru secara perlahan memindahkan perputaran ekonomi keluar daerah," kata Hengki.
Hengki mengatakan sedikitnya 146 pelaku usaha retail telah menyatakan dukungan terhadap aspirasi yang disampaikan dalam RDP. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring adanya dukungan dari pelaku usaha retail lainnya.
Ia berharap pemerintah daerah mempertimbangkan keberadaan pelaku usaha lokal yang selama ini menjadi bagian dari perputaran ekonomi masyarakat Sabang, sekaligus memastikan kebijakan investasi tetap memberi ruang bagi pertumbuhan usaha lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....