DPRA: Konektivitas Sabang-Andaman Jadi Momentum Strategis
- 31 Jul 2026 21:07 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Dukungan Presiden RI Prabowo Subianto terhadap penguatan konektivitas maritim antara Pelabuhan Sabang, Aceh, dengan kawasan Andaman dan Nikobar, India, dinilai menjadi momentum strategis bagi pengembangan Sabang sebagai gerbang perdagangan internasional.
Dukungan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat konferensi pers bersama Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, 7 Juli 2026. Kerja sama Indonesia dan India mencakup sejumlah sektor strategis, termasuk penguatan konektivitas maritim.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2024-2029 dari Fraksi Partai Aceh, Hasballah, S.Ag., menyambut positif komitmen tersebut. Menurutnya, dukungan Presiden menunjukkan posisi Sabang kembali mendapat perhatian dalam agenda strategis nasional dan kerja sama internasional.
“Ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi masyarakat Aceh, khususnya Sabang. Dukungan Presiden Prabowo menunjukkan bahwa posisi Sabang kembali mendapat perhatian dalam agenda strategis nasional maupun kerja sama internasional,” kata Hasballah, Jumat 31 Juli 2026.
Hasballah menilai kedekatan geografis Sabang dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar merupakan keunggulan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, apabila konektivitas kedua wilayah dapat diwujudkan, peluang pengembangan perdagangan, logistik, investasi hingga pariwisata akan semakin terbuka.
Ia mengatakan, konektivitas Pelabuhan Sabang dengan kawasan Andaman dan Nikobar tidak hanya berpotensi memperkuat hubungan Indonesia dan India, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh.
“Sabang berada di pintu masuk Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Jika konektivitas dengan Andaman dan Nikobar dapat diwujudkan, maka Sabang memiliki peluang menjadi simpul logistik, perdagangan internasional, serta pusat distribusi kawasan barat Indonesia,” ujarnya.
Hasballah berharap komitmen pemerintah pusat segera ditindaklanjuti melalui kerja sama teknis dan pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas tersebut.
Menurutnya, manfaat kerja sama harus dapat dirasakan masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi dan terbukanya peluang usaha baru.
Selain sektor kepelabuhanan, konektivitas Sabang-Andaman dan Nikobar juga dinilai dapat membuka peluang kerja sama di bidang investasi, perikanan, pendidikan, kebudayaan, serta pariwisata.
“Jangan sampai momentum ini berlalu begitu saja. Semua pemangku kepentingan, baik Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Sabang, BPKS maupun pemerintah pusat harus bergerak bersama mempersiapkan berbagai kebutuhan agar Sabang benar-benar siap menjadi gerbang kerja sama Indonesia-India,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah meningkatkan kapasitas infrastruktur Pelabuhan Sabang dan pelayanan kepelabuhanan. Kemudahan investasi serta penguatan kawasan perdagangan bebas juga dinilai perlu dipersiapkan agar Sabang mampu bersaing sebagai pelabuhan internasional.
Hasballah optimistis, jika konektivitas tersebut terealisasi, Sabang tidak hanya berfungsi sebagai pelabuhan transit. Sabang dinilai berpeluang berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan barat Indonesia.
“Dukungan Presiden Prabowo harus menjadi titik awal kebangkitan Sabang sebagai gerbang maritim Indonesia di kawasan Samudra Hindia. Ini adalah peluang besar yang harus dikawal bersama agar benar-benar memberikan manfaat bagi Aceh dan Indonesia,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....