Festival Budaya Jadi Etalase UMKM dan Ekonomi Desa

  • 23 Agt 2026 00:28 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Pemerintah Kota Sabang mendorong festival berbasis masyarakat menjadi ruang promosi sekaligus pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM. Kegiatan budaya dinilai dapat membuka akses pasar bagi produk lokal sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat gampong.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sabang,Rinaldi Syahputra mengatakan Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba'u 2026 menunjukkan kegiatan budaya dapat dikembangkan dengan melibatkan pelaku usaha. Produk kuliner dan kreativitas masyarakat dapat ditampilkan langsung kepada pengunjung.

Menurut Rinaldi, kehadiran pelaku UMKM dalam festival memberi kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus menguji respons masyarakat terhadap produk yang mereka hasilkan. Sejumlah makanan khas lokal bahkan turut dicicipi Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam bersama unsur Forkopimda yang hadir.

“Harapan kita kegiatan seperti ini tidak hanya ada di Gampong Cot Ba'u. Gampong-gampong lain juga dapat membuat kegiatan serupa karena banyak hal positif yang bisa dihasilkan,” ujar Rinaldi.

Ia menilai setiap gampong di Kota Sabang memiliki potensi budaya, kuliner dan kreativitas masyarakat yang dapat dikemas menjadi kegiatan publik. Jika dilakukan secara rutin, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang promosi bagi produk lokal sekaligus memperkuat identitas masing-masing gampong.

Rinaldi mengatakan festival juga dapat mendorong pelaku UMKM melakukan inovasi. Produk yang selama ini dipasarkan dalam bentuk sederhana perlu dikembangkan dari sisi tampilan, kualitas dan identitas agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan menyediakan ruang berjualan. Pelaku usaha juga membutuhkan pembinaan agar mampu meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM memberikan pendampingan kepada pelaku usaha dalam sejumlah aspek. Pembinaan antara lain mencakup merek dagang, pelabelan serta kebutuhan produksi.

“Pembinaan tetap kita lakukan melalui Disperindag, termasuk berkaitan dengan merek dagang, pelabelan dan berbagai kebutuhan produksi. Jadi pelaku UMKM tetap mendapatkan dukungan dari pemerintah,” katanya.

Rinaldi berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintahan gampong dan pelaku UMKM terus diperkuat. Menurutnya, semakin banyak ruang promosi yang tersedia, semakin besar peluang produk lokal berkembang dan menjadi unggulan daerah.

Ia juga melihat pengembangan UMKM memiliki keterkaitan erat dengan sektor pariwisata. Produk kuliner, kerajinan dan berbagai hasil kreativitas masyarakat dapat menjadi bagian dari pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke Kota Sabang.

Karena itu, Rinaldi mendorong kegiatan budaya di tingkat gampong tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Festival perlu diarahkan menjadi ruang yang mempertemukan budaya, pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan pola tersebut, kegiatan budaya diharapkan tidak hanya menjaga tradisi lokal, tetapi juga menciptakan peluang usaha dan memperluas pasar bagi produk masyarakat Kota Sabang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....